Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Pemkab Pangkep Perkuat Sinergi Lintas Sektor Cegah Perkawinan Anak dan Kekerasan Perempuan

Pemkab Pangkep Perkuat Sinergi Lintas Sektor Cegah Perkawinan Anak dan Kekerasan Perempuan

  • account_circle Rivai

AYOPANGKEP.ID, PANGKEP — Pemerintah Kabupaten Pangkep melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Usia Anak serta Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Pangkep, Kamis (11/6/2026).

Rakor tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Pangkep Tamrin Taba, Kepala DP2KBP3A Hj. Nurliah Sanusi, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Pangkep, Direktur Yayasan Swadaya Mitra Bangsa (YASMIB) Sulawesi Rosniaty Panguriseng, unsur Forkopimda, para camat, serta organisasi perempuan.

Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Pangkep, Tamrin Taba, mengungkapkan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Menurutnya, berdasarkan data yang ada, pada tahun 2024 tercatat sebanyak 24 kasus kekerasan terhadap anak, 9 kasus kekerasan terhadap perempuan, dan 42 kasus perkawinan anak. Sementara pada tahun 2025, kasus kekerasan terhadap anak meningkat menjadi 25 kasus, kekerasan terhadap perempuan menjadi 13 kasus, sedangkan kasus perkawinan anak mengalami penurunan menjadi 28 kasus.

Tamrin mengatakan, berbagai persoalan yang melibatkan anak dan perempuan membutuhkan penanganan bersama melalui sinergi seluruh pihak, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintah di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten.

“Berdasarkan data kasus anak, ini merupakan hal yang harus kita tangani bersama, mulai keluarga, masyarakat dan lembaga pemerintah mulai tingkat desa dan camat. Ia mengajak untuk sinergitas lintas sektor. Selain sinergitas berupa koordinasi, dibutuhkan juga edukasi,” katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan masih adanya anggapan di masyarakat yang menganggap pernikahan anak sebagai hal yang wajar. Padahal, menurutnya, perkembangan teknologi dan akses informasi yang tidak terkontrol menjadi salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya perkawinan usia anak.

Ia menambahkan, sosialisasi mengenai dampak perkawinan anak perlu terus diperkuat karena pernikahan pada usia dini berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, termasuk stunting.

“Kita perlu masif menyampaikan sosialisasi terkait dampak perkawinan anak, karena salah satu biang kerok stunting itu adanya pernikahan usia anak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Pangkep, Nurliah Sanusi, menjelaskan bahwa angka perkawinan anak di Kabupaten Pangkep menunjukkan tren penurunan dibanding tahun sebelumnya. Namun demikian, hingga pertengahan tahun 2026 masih tercatat sembilan kasus perkawinan anak.

Ia menyebut, terdapat dua faktor utama yang masih menjadi penyebab terjadinya perkawinan anak di Kabupaten Pangkep. Faktor pertama adalah kehamilan di luar nikah yang dipicu pergaulan bebas dan penggunaan gawai yang tidak terkontrol. Sedangkan faktor kedua adalah kondisi sosial ekonomi keluarga yang rendah.

“Yang pertama karena hamil di luar nikah karena pergaulan bebas dan penggunaan gadget atau HP. Kemudian yang kedua karena faktor sosial, dengan tingkat ekonomi yang sangat rendah sehingga jika ada anaknya dilamar sama orang lain maka orang tua langsung menyetujui karena alasan bahwa bebannya akan semakin berkurang,” tambahnya.

Ia mengatakan salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah mendorong para camat untuk menginstruksikan pemerintah desa dan kelurahan agar lebih aktif melakukan sosialisasi pencegahan perkawinan anak serta melaporkan setiap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di wilayah masing-masing.

“Jadi salah satu adalah bagaimana para camat ini nanti menyampaikan kepada desa atau kelurahan untuk mensosialisasikan juga pencegahan pernikahan anak dan melaporkan jika ada terjadi kekerasan pada perempuan dan anak,” pungkasnya.

  • Penulis: Rivai
  • Editor: Syamsul Rivai

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zakat Fitrah Pangkep 2026 Premium Rp50 Ribu, Fidyah Rp30 Ribu

    Zakat Fitrah Pangkep 2026 Premium Rp50 Ribu, Fidyah Rp30 Ribu

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id, PANGKEP — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menetapkan besaran zakat fitrah dan fidyah untuk Ramadan 1447 H/2026 M. Penetapan dilakukan melalui rapat resmi yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, Selasa (3/2/2026). Ketua MUI Kabupaten Pangkep, KH Hasbuddin Halik, menjelaskan bahwa penetapan besaran zakat fitrah dilakukan dengan mempertimbangkan […]

  • Poltek Agraria STPN Buka Peluang Sekolah Kedinasan, Jaring Generasi Muda yang Berminat di Bidang Agraria/Pertanahan dan Tata Ruang

    Poltek Agraria STPN Buka Peluang Sekolah Kedinasan, Jaring Generasi Muda yang Berminat di Bidang Agraria/Pertanahan dan Tata Ruang

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id, Sleman – Seiring kompleksitas pembangunan di Indonesia, kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan tanah dan ruang terus meningkat. Kampus kedinasan di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) membuka peluang bagi generasi muda yang tertarik mendalami bidang agraria/pertanahan dan […]

  • Harga Pupuk Dunia Naik 40%, Indonesia Justru Turunkan Subsidi 20%

    Harga Pupuk Dunia Naik 40%, Indonesia Justru Turunkan Subsidi 20%

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id, Jakarta — Di tengah lonjakan harga pupuk global yang melampaui 40% akibat gangguan pasokan, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah berbeda dengan menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20%. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa langkah tersebut mencerminkan kemampuan Presiden dalam membaca potensi krisis pupuk global […]

  • Harkitnas 2026 Jadi Momentum Perkuat Kedaulatan Digital dan Lindungi Generasi Muda

    Harkitnas 2026 Jadi Momentum Perkuat Kedaulatan Digital dan Lindungi Generasi Muda

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 menjadi momentum untuk menegaskan arah baru perjuangan bangsa di tengah pesatnya perkembangan era digital. Pemerintah menilai bahwa kedaulatan negara saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan menjaga wilayah, tetapi juga oleh upaya melindungi generasi muda serta menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan berpihak pada masa depan […]

  • Bupati Yusran Lalogau KKI Percepat dan Amankan Transaksi Keuangan Daerah

    Bupati Yusran Lalogau KKI Percepat dan Amankan Transaksi Keuangan Daerah

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id, PANGKEP — Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan PT. Bank Sulselbar tentang Pemanfaatan Penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Pada Segmen Pemerintahan. Penandatanagan Kerjasama oleh dihadiri oleh Bupati Pagkep Muhammad Yusran Lalogau, Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Kabupaten Pangkep, Sekertaris Daerah Pangkep Hj. Suriani, dan Para Pimpiman OPD. Bupati Pangkep, Muhammad Yusran […]

  • Anggaran Zoom Rp 5,7 Miliar BGN Disorot, Dinilai Tak Sejalan Harga Pasar

    Anggaran Zoom Rp 5,7 Miliar BGN Disorot, Dinilai Tak Sejalan Harga Pasar

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan anggaran sekitar Rp 5,7 miliar untuk berlangganan lisensi Zoom Meeting selama periode April hingga Desember 2026. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut anggaran tersebut dibutuhkan untuk menunjang koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Dadan, program MBG memerlukan komunikasi intensif, mulai dari penyampaian arahan […]

expand_less