Lompatan Strategis RI lewat Forum BRICS 2026 Modernisasi, Teknologi, dan Swasembada Pangan
- account_circle Rivai

Ayopangkep.id — Indonesia membidik peluang besar untuk mempercepat modernisasi dan ketahanan pangan nasional melalui panggung Pertemuan Menteri Pertanian BRICS 2026 di Indore, India (12–13 Juni 2026). Membawa misi transformasi, delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Ali Jamil (mewakili Menteri Pertanian), sukses menyelaraskan kepentingan domestik dengan komitmen global yang tertuang dalam Deklarasi Bersama bertema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability”.
Bagi Indonesia, forum ini bukan sekadar diplomasi di atas kertas, melainkan jembatan konkret menuju kedaulatan pangan nasional di tengah ketidakpastian iklim global.
Empat Pilar Peluang Strategis Indonesia di BRICS 2026
Kerja sama ini membuka ruang kolaborasi yang sangat luas bagi sektor agraris tanah air, yang terbagi dalam beberapa fokus utama:
1. Inovasi & Teknologi Digital (Smart Farming)
-
Akselerasi Pertanian Digital: Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI), pemantauan lahan berbasis satelit, dan sistem penyuluhan digital.
-
Riset Global: Akses langsung ke platform riset BRICS Agricultural Research Platform (BARP) dan optimalisasi input pertanian lewat BRICS AGRIN.
2. Ketahanan Sektor Peternakan & Perikanan
-
Pengembangan teknologi pakan modern dan tata kelola kesehatan hewan.
-
Peningkatan kapasitas budidaya perikanan (akuakultur).
3. Efisiensi Pascaproduksi & Logistik
-
Investasi pada infrastruktur penyimpanan, cold chain (rantai dingin), dan teknologi pascapanen demi memangkas angka kehilangan hasil panen (food loss).
-
Peningkatan nilai tambah produk yang langsung berdampak pada isi dompet petani.
4. Pendanaan & Pertanian Hijau
-
Penerapan metode pertanian tahan iklim, agroekologi, dan sistem regeneratif.
-
Peluang pembiayaan proyek pertanian berkelanjutan melalui skema New Development Bank (NDB).
Hasil Diplomasi Bilateral: Fokus pada Afrika Selatan dan India
Di luar forum utama, Indonesia bergerak cepat mengunci kesepakatan bilateral yang sangat spesifik dengan dua negara raksasa:
| Negara Mitra | Fokus Kerja Sama Strategis |
| Afrika Selatan |
• Standardisasi mutu & keamanan pangan. • Pembukaan akses pasar komoditas unggulan. • Percepatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pertanian. |
| India |
• Pasokan benih gandum dan bawang putih berkualitas. • Program peningkatan kapasitas (capacity building) petani. • Digitalisasi pertanian & hilirisasi industri gambir nasional. |
Selaras dengan Visi Domestik Kementan
Langkah taktis di forum BRICS ini menjadi bahan bakar baru bagi Kementerian Pertanian yang sedang gencar mengejar target swasembada pangan. Target ini membutuhkan ekosistem yang modern, tangguh, dan efisien.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berulang kali menegaskan bahwa teknologi dan mekanisasi adalah harga mati untuk menghadapi dinamika pangan dunia saat ini.
-
Peningkatan Produktivitas: Menggunakan benih unggul dan teknologi terbaru.
-
Efisiensi Biaya: Mekanisasi pertanian terbukti menurunkan biaya produksi secara signifikan.
-
Kesejahteraan Petani: Menaikkan indeks pertanaman yang berujung pada peningkatan pendapatan petani lokal.
Melalui sinergi internasional di BRICS 2026, Indonesia tidak hanya mengamankan pasokan pangan dalam negeri, tetapi juga memperkokoh posisinya sebagai salah satu poros kekuatan pertanian utama di panggung dunia.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syamsul Rivai

Saat ini belum ada komentar