Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Terima Kajian Komnas HAM, Kementerian ATR/BPN Perkuat Penanganan Konflik Agraria Berbasis HAM

Terima Kajian Komnas HAM, Kementerian ATR/BPN Perkuat Penanganan Konflik Agraria Berbasis HAM

  • account_circle Rivai

Ayopangkep.id, Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menerima hasil kajian Peta Jalan Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis Hak Asasi Manusia (HAM) yang disusun Komisi Nasional (Komnas) HAM pada Senin (13/07/2026). Kajian tersebut merupakan masukan untuk memperkuat penanganan konflik agraria melalui penyempurnaan kebijakan, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pendekatan yang lebih berorientasi pada perlindungan hak asasi manusia.

“Konflik agraria tidak semata-mata berkaitan dengan tugas dan fungsi kami di bidang pertanahan. Di dalamnya terdapat persoalan hak hidup, hak memperoleh keadilan, hak atas rasa aman, hingga hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Karena itu, Peta Jalan Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis HAM ini menjadi panduan yang sangat penting dalam upaya menyelesaikan konflik agraria secara menyeluruh,” ujar Wakil Menteri (Wamen) ATR/Wakil Kepala (Waka) BPN, Ossy Dermawan, saat menghadiri Dialog Rekomendasi Kajian Peta Jalan Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis HAM, di gedung Komnas HAM, Jakarta.

Dalam kesempatan ini, Ossy Dermawan mengapresiasi penyusunan kajian yang dilakukan Komnas HAM selama hampir tiga tahun. Menurutnya, dokumen tersebut memandang konflik agraria sebagai persoalan yang bersifat struktural sehingga penyelesaiannya memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan melibatkan berbagai kementerian/lembaga.

Wamen Ossy menilai, hasil kajian beserta rekomendasi yang disampaikan Komnas HAM menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam memperkuat penyelesaian konflik agraria. Jajaran Kementerian ATR/BPN siap menindaklanjuti berbagai rekomendasi melalui penguatan koordinasi lintas sektor, pembahasan bersama terhadap kasus-kasus prioritas, hingga menjadikannya sebagai bahan penyusunan kebijakan dan regulasi pertanahan ke depan.

“Kami akan melaporkan hasil kajian ini kepada Bapak Menteri. Kami juga melihat ada peluang untuk memperkuat substansi penyelesaian konflik agraria melalui penguatan regulasi sehingga langkah-langkah penyelesaiannya memiliki landasan yang semakin kuat,” kata Wamen Ossy.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM, Putu Elvina, mengatakan bahwa hasil kajian Peta Jalan Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis HAM disusun bukan hanya untuk Kementerian ATR/BPN. Kajian ini disusun sebagai masukan bagi berbagai kementerian dan lembaga karena penyelesaian konflik agraria tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanahan, namun juga kehutanan, energi dan sumber daya mineral, serta sektor lain yang saling berkaitan.

“Isu HAM bersifat multidimensi dan multisektor. Karena itu, rekomendasi kajian ini perlu menjadi masukan bagi kementerian dan lembaga terkait, termasuk dalam pembahasan regulasi yang sedang berjalan. Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting sebagai upaya mencegah konflik agraria yang terus berulang,” ungkap Putu Elvina.

Pada kesempatan ini, Wamen ATR/Waka BPN hadir mengikuti dialog dengan didampingi oleh, Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan, Iljas Tedjo Prijono; serta Direktur Hubungan Kelembagaan dan Pengaturan Layanan Pertanahan, Hizkia Simarmata.

Rilis’ Senin, 13 Juli 2026

 

 

  • Penulis: Rivai
  • Editor: Syamsul Rivai

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasang Patok, Cara Sederhana Cegah Sengketa Tanah dengan Tetangga

    Pasang Patok, Cara Sederhana Cegah Sengketa Tanah dengan Tetangga

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id — Sengketa tanah bisa bermula karena hal yang tampak sepele, seperti tidak adanya batas tanah yang jelas. Keadaan itu bisa sewaktu-waktu berkembang menjadi perselisihan atau bahkan konflik antartetangga yang berujung pada proses hukum. Untuk mencegah konflik dan menjaga keamanan tanah, ada langkah sederhana yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yaitu memasang patok tanda batas tanah. […]

  • Instruksi Presiden 2025, Bansos Kini Diarahkan ke Aktivitas Ekonomi Produktif

    Instruksi Presiden 2025, Bansos Kini Diarahkan ke Aktivitas Ekonomi Produktif

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id, Jakarta — Kementerian Sosial Republik Indonesia menggandeng PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendorong penerima bantuan sosial (bansos), khususnya Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako, agar bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi pemerintah menjadikan bansos sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus […]

  • Sinergi Pemda dan BPOM, Pangkep Siap Wujudkan Sistem Keamanan Pangan Terpadu

    Sinergi Pemda dan BPOM, Pangkep Siap Wujudkan Sistem Keamanan Pangan Terpadu

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id, Pangkep — Mendukung pelaksanaan tiga program prioritas nasional di bidang keamanan pangan tahun 2026, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar melaksanakan kegiatan advokasi lintas sektor di Kabupaten Pangkep. Program tersebut meliputi Desa Pangan Aman, Sekolah yang Membudayakan Keamanan Pangan, serta Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas. Kegiatan advokasi ini bertujuan untuk mensosialisasikan program […]

  • MudikPedia 2026 Resmi Meluncur, Kemkomdigi Mudahkan Akses Informasi Mudik

    MudikPedia 2026 Resmi Meluncur, Kemkomdigi Mudahkan Akses Informasi Mudik

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id, Jakarta – Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) kembali menyediakan MudikPedia Lebaran 2026, sebuah layanan panduan digital yang menghimpun berbagai informasi penting terkait perjalanan mudik dalam satu platform. Melalui MudikPedia, masyarakat dapat dengan mudah mengakses beragam informasi dari berbagai instansi pemerintah, mulai dari kondisi lalu lintas, rute mudik, layanan […]

  • Muhammad Yusran Lalogau Buka Pelatihan Guru Matematika SMP, 74 Guru Ikut Tingkatkan Kompetensi Numerasi

    Muhammad Yusran Lalogau Buka Pelatihan Guru Matematika SMP, 74 Guru Ikut Tingkatkan Kompetensi Numerasi

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id, PANGKEP — Sebanyak 74 guru dari 94 sekolah menengah pertama (SMP) negeri maupun swasta mengikuti pelatihan guru bidang studi matematika tingkat SMP yang digelar dinas pendidikan Kabupaten Pangkep. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi numerasi siswa. Ketua Panitia, H. Alimuddin, mengatakan pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam menghadapi rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah […]

  • Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Keluarkan Surat Edaran, Integrasikan LP2B ke Dalam RTRW dan RDTR

    Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Keluarkan Surat Edaran, Integrasikan LP2B ke Dalam RTRW dan RDTR

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id, Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, menandatangani Surat Edaran Bersama tentang Pengintegrasian Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten/Kota dan/atau Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten/Kota pada Jumat (19/06/2026). Kebijakan tersebut diterbitkan sebagai […]

expand_less