Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Prof Salengke, Guru Besar Unhas Dukung Langkah Pemerintah Berantas Mafia Pangan

Prof Salengke, Guru Besar Unhas Dukung Langkah Pemerintah Berantas Mafia Pangan

  • account_circle Rivai

Ayopangkep.id, Jakarta — Pemerintah terus memperkuat perlindungan bagi petani di tengah dinamika global melalui sejumlah kebijakan strategis di sektor pertanian. Upaya pemberantasan mafia pangan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas sektor pertanian nasional sekaligus melindungi petani dan masyarakat sebagai konsumen.

Guru Besar Universitas Hasanuddin, Salengke, mengatakan praktik mafia pangan selama ini telah menimbulkan distorsi pasar yang merugikan banyak pihak. Menurutnya, petani sering dirugikan dari sisi produksi dan harga, sementara masyarakat harus menghadapi lonjakan harga pangan yang tidak wajar.

“Praktik mafia pangan menciptakan distorsi pasar yang merugikan banyak pihak. Petani bisa dirugikan dari sisi produksi, sementara masyarakat menerima dampaknya dalam bentuk harga yang tidak wajar. Karena itu langkah pembenahan dan penegakan harus didukung bersama,” ujarnya.

Ia menilai, di tengah ketidakpastian global akibat gejolak geopolitik, gangguan rantai pasok, dan tekanan ekonomi dunia, negara perlu hadir memberikan perlindungan yang kuat kepada petani agar sektor pertanian tetap menjadi penyangga ekonomi nasional.

Menurut Prof Salengke, perlindungan tersebut harus mencakup kepastian harga, ketersediaan sarana produksi, hingga jaminan pasar bagi hasil panen petani.

Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah terus menggulirkan berbagai kebijakan pro-petani. Di antaranya melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani, penguatan distribusi pupuk, hingga penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20 persen guna menekan biaya produksi.

Pemerintah juga memastikan stok pupuk nasional tetap aman. Dari total alokasi pupuk subsidi nasional sebesar 9,55 juta ton, sekitar 5,8 juta ton masih tersedia dan siap digunakan petani pada musim tanam berjalan.

Selain menjaga ketersediaan pupuk, pemerintah memperkuat tata kelola distribusi melalui digitalisasi sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), penyempurnaan mekanisme penyaluran, serta penertiban jalur distribusi agar pupuk subsidi tepat sasaran.

Di sisi lain, langkah penindakan terhadap mafia pangan juga terus diperkuat. Pemerintah menindak berbagai dugaan pelanggaran, mulai dari kasus beras oplosan, distribusi pupuk bermasalah, hingga pengawasan komoditas strategis lainnya.

Data Satgas Pangan Polri mencatat, sepanjang 2024–2025 terdapat 94 kasus di sektor pangan yang ditangani dengan total 77 tersangka. Kasus tersebut meliputi komoditas beras, pupuk, minyak goreng, hingga perkara yang melibatkan oknum internal.

Sebagai bagian dari reformasi distribusi pupuk nasional, pemerintah juga telah mencabut 2.231 izin distributor dan pengecer pupuk bermasalah.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan memberi ruang bagi pihak-pihak yang mencari keuntungan dengan merugikan petani maupun masyarakat.

“Kami ingin memastikan petani terlindungi. Jangan sampai ada yang mengambil keuntungan dengan merugikan petani, memainkan distribusi, atau mengganggu akses terhadap kebutuhan produksi. Negara harus hadir menjaga petani agar bisa terus berproduksi dengan tenang,” ujar Mentan Amran.

Prof Salengke menilai kebijakan yang dijalankan pemerintah melalui Kementerian Pertanian menunjukkan upaya perlindungan petani yang lebih menyeluruh, tidak hanya lewat bantuan dan subsidi, tetapi juga melalui pembenahan sistem distribusi, perbaikan tata kelola, dan penguatan kebijakan pertanian nasional.

Menurutnya, penindakan terhadap mafia pangan dan reformasi tata kelola menjadi langkah penting agar petani tetap terlindungi, mampu berproduksi secara optimal, dan memiliki daya tahan menghadapi berbagai tantangan global.

  • Penulis: Rivai
  • Editor: Syam Rivai

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Pengabdian Masyarakat Skema Bottom-Up Tahun 2026 dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB, dengan mengangkat topik “Penguatan Mitigasi Malaria Berbasis Komunitas melalui Eksplorasi Bio-Repelen Lokal dengan Optimasi Teknologi Ekstraksi Sederhana.”(Dok.ITB).

    Bio-Repelen Lokal untuk Mitigasi Malaria, ITB Perkuat Pemberdayaan Masyarakat di Pangkajene dan Kepulauan

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id, Pangkep – Institut Teknologi Bandung (ITB) mendorong penguatan mitigasi malaria berbasis komunitas melalui pemanfaatan bio-repelen dari bahan alam lokal. Upaya tersebut dilakukan melalui Program Pengabdian Masyarakat Skema Bottom-Up Tahun 2026 dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB, dengan mengangkat topik “Penguatan Mitigasi Malaria Berbasis Komunitas melalui Eksplorasi Bio-Repelen Lokal dengan Optimasi Teknologi Ekstraksi […]

  • Seorang petugas Puskesmas Kota Pangkajene melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pegawai di Kantor Pertanahan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Senin 23 Februari 2026 kemarin. (Pangkep TV).

    Pemeriksaan Kesehatan Pegawai BPN Pangkep

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id – Upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, Puskesmas Kota Pangkajene melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pegawai di Kantor Pertanahan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Senin 23 Februari 2026 kemarin. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif di lingkungan kerja guna mendorong deteksi dini terhadap berbagai risiko penyakit. Pemeriksaan yang diberikan […]

  • Pemerintah Tingkatkan Kualitas MagangHub demi Percepat Penyerapan Tenaga Kerja

    Pemerintah Tingkatkan Kualitas MagangHub demi Percepat Penyerapan Tenaga Kerja

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kualitas Program Magang Nasional (MagangHub) pada 2026. Langkah tersebut dilakukan melalui peningkatan standar kompetensi peserta, kualitas mentor, perlindungan peserta magang, serta perluasan kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat […]

  • BKPSDM Pangkep Perkuat Integritas ASN, Pimpinan OPD Diminta Jadi Teladan Antikorupsi

    BKPSDM Pangkep Perkuat Integritas ASN, Pimpinan OPD Diminta Jadi Teladan Antikorupsi

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    AYOPANGKEP.ID, PANGKEP — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) memperkuat upaya pencegahan korupsi melalui sosialisasi kode etik dan antikorupsi bagi aparatur sipil negara (ASN), Kamis (15/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Pangkep ini bertujuan meningkatkan pemahaman ASN mengenai hak dan kewajiban, kode etik, […]

  • Mentan Amran Gerak Cepat Tindak Laporan Bawang Ilegal dan Pupuk Subsidi dari Mahasiswa

    Mentan Amran Gerak Cepat Tindak Laporan Bawang Ilegal dan Pupuk Subsidi dari Mahasiswa

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menunjukkan respons cepat terhadap berbagai aspirasi mahasiswa dalam diskusi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia di Jakarta, Rabu (6/5/2026). Dalam forum yang dihadiri sekitar 118 perwakilan mahasiswa dari berbagai daerah itu, Mentan Amran langsung menindaklanjuti sejumlah laporan dugaan pelanggaran di sektor pertanian. Dua persoalan yang menjadi […]

  • Pemkab Pangkep Percepat Integrasi Data Lewat Forum Satu Data

    Pemkab Pangkep Percepat Integrasi Data Lewat Forum Satu Data

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id, PANGKEP — Kolaborasi antara Bapperida Kabupaten Pangkep dan Dinas Kominfo SP menggelar Forum Satu Data dengan agenda penyepakatan daftar data dan data prioritas, serta penginputan data pada portal Satu Data Pangkep. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pola Lantai III Setda Pangkep dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pangkep, Hj. Suriani A. Hamid, […]

expand_less