Agung Hayat Wakili Pangkep di Final Cabang Lomba Qiraat Murattal MTQ ke-34
- account_circle Rivai

Ayopangkep.id, MAROS — Lantunan ayat suci Al-Qur’an dengan variasi bacaan, menggema dalam cabang lomba qira’at marattal pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros, berlangsung di Aula Perpustakaan, Jumat (17/4/2026).
Berbeda dengan tilawah pada umumnya, cabang qira’at menuntut peserta menguasai berbagai jenis bacaan Al-Qur’an yang memiliki kaidah dan karakteristik tersendiri.
Pendamping official kafilah Kabupaten Pangkep, Asrul, mengatakan persiapan peserta telah dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan lomba.
“Untuk persiapannya jauh-jauh hari sudah kami siapkan, dan hari ini Agung insyaAllah akan tampil maksimal,” ujarnya.
Ia berharap peserta dapat memberikan hasil terbaik bagi kabupaten pangkep.
“Harapan kami sebisa mungkin memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Pangkep dan bisa meraih juara,” katanya.
Asrul menjelaskan, cabang qira’at dalam MTQ terdiri dari beberapa kategori, yakni murattal dewasa, remaja, dan mujawwad, yang masing-masing diikuti peserta putra dan putri.
“Untuk semua cabang qira’at ada enam kategori, dan dari Pangkep ada enam peserta yang ikut, namun yang lolos saat ini satu orang,” jelasnya.
Sementara itu, peserta qira’at murattal dewasa asal Pangkep, Agung, mengaku bersyukur telah menampilkan kemampuan terbaiknya di hadapan dewan hakim.
“Suatu kesyukuran kepada Allah SWT, tadi alhamdulillah menampilkan yang terbaik,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, persiapan dilakukan dengan latihan rutin setiap hari di bawah bimbingan pelatih.
“Persiapan khusus latihan setiap hari, dibina dan dilatih oleh pelatih,” katanya.
Menurutnya, dalam cabang qira’at, peserta dituntut menguasai berbagai imam qira’at yang jarang dipelajari masyarakat umum.
“Latihannya itu ada tiga imam yang dipelajari, Imam Nafi’, Ibnu Kasir, dan Abu Amr. Ini tiga imam yang jarang dipelajari, jadi itu yang diperlombakan supaya masyarakat tahu ada imam lain selain Imam Hafs dan ‘Ashim,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan perbedaan antara cabang qira’at dan tahfidz yang sebelumnya pernah diikutinya.
“Kalau qira’at itu dibaca saja, kalau tahfidz dihafal. Al-Qur’annya sama, hanya saja pada qira’at ada penandaan tertentu,” ungkapnya.
Terkait hasil, pemuda yang berasal dari pulau balang caddi itu, mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan dewan hakim.
“Kita tunggu hasil, yang penting sudah menampilkan yang terbaik,” pungkasnya.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syam Rivai

Saat ini belum ada komentar