Tak Perlu Bertanya Lagi, Orang Tua Bisa Pantau Menu MBG Lewat Portal Digital
- account_circle Rivai

Ayopangkep.id, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengembangan sistem digital yang memungkinkan masyarakat memantau pelaksanaan program secara langsung. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan layanan publik, khususnya bagi orang tua peserta didik.
Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, mengatakan BGN tengah menyiapkan ekosistem digital yang mengintegrasikan berbagai informasi mengenai pelaksanaan Program MBG. Mulai dari sekolah penerima manfaat, menu makanan harian, hingga satuan pelayanan yang menyiapkan makanan, seluruhnya akan dapat diakses masyarakat dalam waktu dekat.
“Kami sedang mengembangkan sistem agar masyarakat dapat terlibat dalam pengawasan pelaksanaan MBG. Orang tua nantinya dapat mengetahui sekolah mana yang menerima layanan, menu apa yang disajikan setiap hari, makanan tersebut dimasak di dapur mana, hingga siapa Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab. Transparansi ini menjadi bagian dari upaya kami membangun tata kelola yang lebih baik,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers, Senin (27/7).
Melalui portal tersebut, orang tua cukup masuk menggunakan identitas peserta didik untuk memperoleh informasi secara real time mengenai pelaksanaan Program MBG. Selain menu harian, sistem juga akan menampilkan lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), identitas kepala SPPG, serta cakupan layanan yang diberikan kepada sekolah penerima manfaat.
Selain portal bagi orang tua, BGN juga menyiapkan dashboard publik yang menyajikan data pelaksanaan Program MBG secara nasional. Dashboard ini akan memuat informasi mengenai jumlah SPPG yang telah beroperasi, persebarannya di berbagai daerah, sekolah yang dilayani, hingga perkembangan implementasi program secara keseluruhan.
Menurut Sudaryono, keterbukaan informasi tidak hanya bertujuan memudahkan masyarakat memperoleh akses data, tetapi juga menjadi instrumen pengawasan bersama agar kualitas layanan Program MBG tetap terjaga.
“Program berskala nasional membutuhkan partisipasi semua pihak. Karena itu, kami ingin masyarakat ikut mengawasi sehingga pelaksanaan program dapat berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” katanya.
Ia menambahkan, digitalisasi juga menjadi langkah untuk menggantikan proses yang selama ini masih dilakukan secara manual. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, masyarakat tidak perlu lagi mencari informasi secara langsung karena seluruh data dapat diakses melalui platform digital.
“Kami ingin mengubah sistem yang sebelumnya banyak dilakukan secara manual menjadi sistem digital yang lebih mudah, transparan, dan nyaman bagi semua pihak. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi bertanya secara manual karena seluruh informasi dapat diakses melalui sistem,” ujarnya.
Sudaryono menegaskan, sistem digital tersebut sekaligus memperkuat akuntabilitas Kepala SPPG sebagai penanggung jawab operasional di setiap dapur MBG. Melalui keterbukaan informasi, masyarakat dapat mengetahui secara jelas pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan layanan di setiap wilayah sehingga pengawasan publik semakin efektif dan kualitas layanan terus meningkat.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syamsul Rivai

Saat ini belum ada komentar