Belajar Budaya dan Bisnis, Siswa MAS DDI Baru-Baru Tangga Buat 13 Jenis Kue Tradisional
- account_circle Rivai

Ayopangkep.id, PANGKEP — Madrasah Aliyah Swasta (MAS) DDI Baru-Baru Tangga menggelar kegiatan kokurikuler Kurikulum Berbasis Cinta bertema kewirausahaan membuat kue tradisional, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk belajar melestarikan kuliner tradisional sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Para siswa terlibat langsung membuat hingga memasarkan berbagai jenis kue tradisional khas daerah.
Sebanyak 13 jenis kue tradisional berhasil dibuat oleh siswa, di antaranya dange, surabeng, labbu palu, onde-onde, buroncong, kue lapis, barongko, dadar gulung, kaddo boddong, biji nangka, katirisala, apang panas, dan cucuru madingki.
Antusiasme siswa terlihat selama proses pembuatan kue. Mereka bekerja sama mulai dari menyiapkan bahan, memasak hingga penyajian. Setelah selesai dibuat, aneka kue tradisional tersebut dijual di halaman pesantren dengan harga terjangkau.
Penanggung jawab kegiatan, Ilham, mengatakan kegiatan kokurikuler ini dilaksanakan satu kali setiap semester dengan memadukan kegiatan ekstra dan intra sekolah.
“Temanya kewirausahaan membuat kue tradisional. Tujuannya agar siswa mengetahui kue tradisional, bukan sekadar makan tapi juga tahu cara membuatnya,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong kreativitas siswa sekaligus menumbuhkan semangat berwirausaha.
“Kita harapkan dari kegiatan ini anak-anak bisa kreatif membuat kue dan hasilnya bisa dipasarkan. Siswa bukan hanya mampu belajar, tapi juga bisa berwirausaha,” tambahnya.
Salah seorang siswi MAS DDI Baru-Baru Tangga, Siti Nurbaya, mengaku kegiatan ini memberikan dampak positif bagi generasi muda dalam melestarikan budaya lokal.
“Sebagai Gen Z, kami bisa melestarikan budaya lama yang mungkin tidak kami ketahui. Kalau tidak ada kegiatan ini, mungkin saja kita tidak mengetahui kue tradisional yang ada,” katanya.
Ia mengaku baru mengetahui salah satu kue tradisional Sulawesi Selatan, yakni kue biji nangka, setelah mengikuti kegiatan ini.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syam Rivai

Saat ini belum ada komentar