Pangkep Targetkan 80 Pulau Terang 24 Jam, 7 Lokasi Prioritas Disurvei
- account_circle Rivai

AYOPANGKEP.ID, PANGKEP – Harapan ratusan keluarga di kepulauan Pangkep untuk menikmati terang listrik 24 jam seperti di daratan kian mendekati kenyataan. Pemerintah Kabupaten Pangkep bersama PLN berkomitmen menuntaskan elektrifikasi di 80 pulau berpenghuni.
Komitmen itu menguat dalam Rapat Koordinasi Elektrifikasi Desa dan Kepulauan yang digelar di Rujab Bupati Pangkep, Senin (15/9/2026). Suasana rapat berlangsung hangat dan penuh semangat. Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau memimpin langsung rapat yang dihadiri Manager PLN UP2K Sulselrabar Rahmatan, para camat kepulauan, kepala desa, dan OPD terkait.
Bupati menegaskan, listrik bukan sekadar penerangan, tapi penopang ekonomi dan pendidikan warga pesisir. Dari total 133 pulau di Pangkep, 80 pulau sudah berpenghuni dan menjadi prioritas utama pemerataan.
“Selama ini warga kepulauan hanya menikmati listrik beberapa jam saja. Padahal kebutuhan listrik untuk es batu nelayan, untuk SPBE, untuk SPBN di Kampung Nelayan Merah Putih sangat mendesak. Ini soal keadilan dan pemerataan, jangan sampai ada warga kita yang tertinggal hanya karena tinggal di pulau,” tegas Bupati M. Yusran Lalogau dengan nada optimistis.

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau memimpin Rapat Koordinasi Elektrifikasi Desa dan Kepulauan bersama PLN di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Pangkep, Senin (15/9/2026)
Sementara itu, Manager PLN UP2K Sulselrabar Rahmatan menjelaskan PLN telah menyiapkan dua skema percepatan yakni perpanjangan jaringan listrik untuk wilayah darat dan pesisir yang masih terjangkau, serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk pulau-pulau terpencil yang tidak mungkin ditarik kabel. Untuk PLTS sendiri ada dua pilihan yakni skema Komunal yang membutuhkan lahan sekitar 1 hektare untuk kapasitas 1 MW yang dikelola langsung oleh PLN dan bisa ditingkatkan sesuai kebutuhan, serta skema Individual dengan kapasitas 1 kWp per rumah. Ia menambahkan tahun ini Pangkep mendapat kuota 7 lokasi prioritas dari total 28 lokasi se-Sulsel yang mencakup Takalar dan Selayar.
Gayung bersambut datang dari desa. Kepala Desa Mattiromatae, Rizal Idris, yang hadir langsung di Rujab mengaku sangat bersyukur desanya masuk perhatian. Ia menggambarkan betapa sulitnya aktivitas warga di malam hari, anak-anak belajar dengan lampu seadanya dan hasil tangkapan nelayan tidak bisa disimpan lama karena tidak ada es batu.
“Kami sangat berharap pertemuan di Rujab hari ini benar-benar merealisasikan listrik di desa kami. Sudah lama kami menanti. Untuk lahan kami siap, administrasi kami siap, kami akan kawal sampai menyala,” ungkap Rizal dengan penuh harap.
Rapat tersebut ditutup dengan kesepakatan, usai rapat di Rujab tim teknis PLN bersama Pemkab akan langsung turun melakukan survei lapangan ke 7 lokasi pulau yang menjadi prioritas tahun ini sebagai langkah awal menuju Pangkep terang benderang 24 jam hingga target tuntas 2029.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syamsul Rivai

Saat ini belum ada komentar