Menkomdigi Meutya Hafid Ajak Pers Jaga Kualitas Informasi di Era Digital
- account_circle Rivai
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- comment 0 komentar

Ayopangkep.id, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak insan pers untuk terus menjaga kualitas informasi publik di tengah laju digitalisasi dan derasnya arus konten di ruang digital.
Meutya menegaskan bahwa kecepatan penyampaian informasi harus dibarengi dengan ketelitian, empati, serta tanggung jawab sosial. Tanpa hal tersebut, produksi berita yang serba cepat berisiko melahirkan konten emosional, menyesatkan, dan merusak ekosistem informasi, khususnya bagi generasi muda.
Ajakan itu disampaikan Meutya dalam Diskusi Film “3 Wajah Roehana Koeddoes” di Jakarta Selatan, Jumat (06/02/2026). Film tersebut mengangkat sosok Roehana Koeddoes, jurnalis perempuan pertama Indonesia sekaligus Pahlawan Nasional.
“Digitalisasi memang mengutamakan kecepatan, tetapi kepekaan dalam tulisan sering kali justru hilang. Padahal dulu, rasa dalam sebuah karya jurnalistik menjadi hal yang sangat dijunjung,” ujar Meutya.
Ia menegaskan bahwa sejak awal, kebebasan pers tidak pernah dimaksudkan untuk merendahkan martabat manusia maupun budaya bangsa. Namun, kondisi ruang digital saat ini menjadi tantangan bersama karena banyak diisi konten yang tidak mendidik dan berpotensi berdampak buruk bagi publik.
“Media sosial dan media baru kini kerap dipenuhi karya-karya yang tidak mendidik, bahkan sebagian merusak generasi muda,” katanya.
Menurut Meutya, semangat Roehana Koeddoes yang telah menulis sejak 1911 tetap relevan hingga kini. Pers, kata dia, lahir sebagai sarana pendidikan dan pembebasan, bukan sekadar mengejar kecepatan dan sensasi.
“Di era digital ini, semua orang—termasuk perempuan—memiliki kesempatan menulis dan membangun medianya sendiri,” jelasnya.
Menjelang peringatan Hari Pers Nasional, Meutya mengajak media untuk kembali menempatkan data, empati, dan tanggung jawab sosial sebagai fondasi utama jurnalistik agar ruang digital Indonesia tetap sehat, beradab, dan melindungi masyarakat.
“Mari kita kembalikan karya-karya yang penuh rasa dan berbasis data, bukan semata emosi, serta meneruskan semangat yang telah dipelopori oleh Ibu Roehana Koeddoes,” pungkasnya.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syam Rifai
- Sumber: Kemkomdigi

Saat ini belum ada komentar