Duka Damkar Pangkep, Tiga Petugas Gugur dalam Tugas Kemanusiaan
- account_circle Rivai

Personel Damkar dan aparat memberikan penghormatan terakhir saat prosesi pelepasan jenazah tiga petugas Damkar Pangkep yang gugur saat menjalankan tugas, Rabu (30/9/2026).
AYOPANGKEP.ID, PANGKEP — Suasana duka menyelimuti prosesi pelepasan jenazah tiga petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pangkep yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan.
Ketiganya yakni Komandan Pleton A Damkar Pangkep, Ince Irwan Nurdin, serta Rusman Hadi dan Jamaluddin.
Pemerintah Kabupaten Pangkep memberikan penghormatan terakhir sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Prosesi pelepasan dipimpin Wakil Bupati Pangkep, H. Abd Rahman Assegaf, dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, rekan kerja, keluarga serta masyarakat.
Peristiwa bermula saat Damkar Pangkep menerima laporan warga terkait kebakaran lahan sekitar pukul 13.20 Wita, Senin (29/9/2026).
Satu armada kemudian dikerahkan dengan membawa tujuh personel. Mereka yakni Haris sebagai sopir, Kamil selaku Kasi Penyelamatan, Ince Irwan Nurdin sebagai Danton, Jamaluddin, Rusman Hadi, Takbir dan Muh. Ardi.
Saat menuju lokasi kebakaran, armada melintas di sekitar Pertamina Gentung. Kendaraan melaju dalam kondisi darurat untuk menghindari kendaraan yang sedang mengantre.
Namun, armada kemudian oleng, menghantam trotoar hingga akhirnya terbalik.
Ince Irwan Nurdin, lahir di Pangkep, 28 Januari 1988, dan telah mengabdikan diri selama 19 tahun 9 bulan sebagai petugas pemadam kebakaran.
Di usia 38 tahun, hampir separuh hidupnya dihabiskan untuk menjalankan tugas kemanusiaan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Dalam sambutan Bupati Pangkep yang dibacakan Asisten I Pemkab Pangkep, Thamrin, Ince disebut sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk masyarakat.
“Saudara kita, Bapak Ince Irwan Nurdin, bukan sekadar seorang komandan pleton di kesatuan pemadam kebakaran. Di mata Pemerintah Kabupaten Pangkep dan seluruh masyarakat, beliau adalah sosok pahlawan kemanusiaan yang sesungguhnya,” katanya.
Sementara itu, Rusman Hadi (27), warga Bowong Cindea, dan Jamaluddin (32), warga Pabundukang, juga gugur akibat peristiwa tersebut. Keduanya masing-masing meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.
Wakil Bupati Pangkep, H. Abd Rahman Assegaf, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kepergian almarhum merupakan duka yang mendalam bagi kita semua. Mereka telah memberikan pengabdian dan menjalankan tugas untuk melindungi masyarakat. Atas nama Pemerintah Kabupaten Pangkep, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Bagi jajaran Damkar Pangkep, kepergian ketiga petugas tersebut menjadi kehilangan besar. Mereka gugur saat menjalankan tugas untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat.
Pemerintah daerah juga menyampaikan komitmen untuk terus mendampingi keluarga yang ditinggalkan.
Kepada jajaran Damkar, pemerintah berpesan agar semangat pengabdian yang diwariskan para almarhum menjadi kekuatan untuk terus menjalankan tugas kemanusiaan.
Pihak keluarga Ince Irwan Nurdin turut menyampaikan terima kasih atas empati dan dukungan yang diberikan berbagai pihak.
“Dari pihak keluarga besar, rasa terima kasih kami atas semua empati dan atas berbagi duka. Semoga empati itu bisa menjadi kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ungkap perwakilan keluarga.
Keluarga juga memohon maaf kepada seluruh pihak apabila semasa hidup almarhum terdapat kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak, lahir maupun batin.
Kepergian Ince Irwan Nurdin, Rusman Hadi dan Jamaluddin meninggalkan duka bagi keluarga, rekan kerja dan Pemerintah Kabupaten Pangkep. Ketiganya juga meninggalkan jejak pengabdian melalui tugas kemanusiaan yang mereka jalankan hingga akhir hayat.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syamsul Rivai

Saat ini belum ada komentar