Mentan Amran Respons Cepat Keluhan Pupuk dan Irigasi Mahasiswa Unhas
- account_circle Rivai

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 100
Ayopangkep.id, Makassar – Kuliah umum Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa (2/6/2026), tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga wadah penyampaian aspirasi terkait persoalan pertanian yang dihadapi masyarakat.
Di hadapan sekitar 300 mahasiswa, Mentan Amran membuka ruang dialog bagi peserta untuk menyampaikan kritik, masukan, maupun berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan. Sejumlah isu strategis mengemuka, mulai dari distribusi pupuk bersubsidi, kerusakan irigasi, alih fungsi lahan, ketahanan pangan, hingga pengembangan energi terbarukan berbasis sektor pertanian.
Salah seorang mahasiswa, Arham, menyoroti kelangkaan pupuk yang masih dirasakan petani di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan verifikasi dan pengecekan di lapangan.
“Kalau memang benar ada distributor yang menyebabkan petani kesulitan mendapatkan pupuk, segera cek. Kalau terbukti melanggar, cabut izinnya,” tegasnya.
Selain persoalan pupuk, mahasiswa juga menyampaikan kondisi jaringan irigasi yang rusak di wilayah tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, Mentan Amran meminta Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan mengawal penyelesaian masalah agar tidak menghambat aktivitas dan produktivitas petani.
Menurut Mentan Amran, setiap persoalan yang disampaikan masyarakat harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret, bukan sekadar menjadi bahan diskusi.
Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa turut mempertanyakan strategi pemerintah mempertahankan swasembada beras di tengah tantangan perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan meningkatnya kebutuhan pangan nasional. Menurutnya, pemerintah terus memperkuat fondasi produksi melalui pembangunan dan rehabilitasi irigasi, penyediaan benih unggul, modernisasi pertanian, optimalisasi lahan, serta perlindungan lahan sawah dari alih fungsi.
“Alih fungsi lahan sawah tidak boleh dibiarkan. Sawah dan irigasi harus kita jaga karena menjadi fondasi utama ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Terkait pengembangan energi terbarukan, Mentan Amran menjelaskan bahwa hilirisasi kelapa sawit menjadi biodiesel merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.
Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang kuat di sektor pangan dan energi apabila sumber daya yang dimiliki dikelola secara optimal dan berkelanjutan.
Pada akhir kegiatan, Mentan Amran mengajak mahasiswa untuk membiasakan diri melakukan tabayyun atau memverifikasi kebenaran informasi sebelum mengambil kesimpulan. Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan berdasarkan data dan fakta merupakan bagian penting dalam pembangunan.
“Kritik itu penting. Pengkritik yang jujur adalah sahabat sejati. Karena itu, setiap informasi harus dicek dan dilihat secara utuh agar kita bisa mengambil keputusan yang benar,” katanya.
Mentan Amran juga mengapresiasi antusiasme mahasiswa dalam menyampaikan pertanyaan dan aspirasi. Ia berharap generasi muda pertanian dapat menjadi bagian dari solusi berbagai tantangan bangsa melalui inovasi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Saya senang dengan pertanyaan kalian. Saya ingin kalian lebih baik dari saya. Kalian yang akan melanjutkan perjuangan membangun pertanian Indonesia ke depan,” tutupnya.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syamsul Rivai

Saat ini belum ada komentar