Satu Narasi Bangun Negeri, Menkomdigi Minta Humas Kementerian Hingga Daerah Kompak
- account_circle Rivai
- calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
- comment 0 komentar

Ayopangkep.id, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa kecepatan dan ketepatan komunikasi publik merupakan kunci utama dalam membendung sebaran disinformasi di ruang digital. Menurutnya, di tengah arus informasi yang masif, pemerintah tidak lagi memiliki ruang untuk terlambat dalam menyampaikan narasi resmi kepada masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan Menkomdigi dalam Forum Government Public Relations (GPR) Outlook 2026 yang berlangsung di Jakarta Pusat, Rabu (04/02). Acara ini dihadiri oleh para Kepala Biro Humas dari berbagai Kementerian/Lembaga, BUMN, BUMD, hingga perwakilan pemerintah daerah.
“Saat ini, kita tidak memiliki kemewahan untuk memilih antara cepat atau tepat. Keduanya harus berjalan beriringan. Jika pemerintah tidak bergerak cepat, ruang kosong tersebut akan segera diisi oleh disinformasi, yang pada akhirnya merugikan masyarakat,” ujar Meutya.
Indikator Keberhasilan Humas Meutya menjelaskan bahwa di era kompetisi konten media sosial yang ketat, ukuran keberhasilan humas pemerintah telah bergeser. Fokus utama bukan lagi pada keindahan susunan pesan, melainkan pada efektivitas informasi tersebut sampai dan dipahami oleh publik.
“Ukuran keberhasilan kita bukan apa yang kita tulis, tapi apa yang sampai ke publik. Sangat disayangkan jika informasi akurat justru tenggelam oleh disinformasi hanya karena kita kalah cepat atau kurang strategis dalam penyampaian,” tambahnya.
Kolaborasi dan Penguatan Data Lebih lanjut, Menkomdigi menekankan bahwa komunikasi publik bukan sekadar fungsi pendukung, melainkan bagian integral dari kepemimpinan negara. Reputasi pemerintah dan keberhasilan program nasional sangat bergantung pada konsistensi suara negara yang dijalankan oleh humas di setiap lini.
Menghadapi pola disinformasi yang kini bekerja secara kolektif, Meutya mendorong adanya sinergi dan jejaring kuat antarlembaga. Ia menekankan pentingnya:
-
Sinergi Lintas Sektoral: Berbagi data dan saling menguatkan pemberitaan antarinstansi.
-
Konsolidasi Data Internal: Membangun bank data yang kuat sebagai fondasi agar humas dapat merespons isu strategis secara instan.
-
Kolaborasi atas Kompetisi: Mengedepankan kerja sama tim nasional daripada menonjolkan ego sektoral.
“Tanpa bank data yang siap, kecepatan tidak mungkin tercapai. Kita tidak bisa lagi menunggu proses pengumpulan data saat isu sudah terlanjur liar di ruang publik,” tegas Meutya.
Sebagai penutup, Menkomdigi mengajak seluruh insan humas pemerintah untuk menjaga satu narasi besar dalam membangun negeri. Meski disampaikan dengan gaya dan karakter yang berbeda di setiap lembaga, ia meminta agar arah dan tujuannya tetap selaras.
“Mari kita jaga kekompakan. Peran humas hari ini sangat strategis dan penuh tantangan, namun dengan kolaborasi, kita pasti mampu menghadapinya bersama,” pungkasnya.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syam Rifai
- Sumber: Kemkomdigi

Saat ini belum ada komentar