Pengurus Forum Anak Pangkep Dikukuhkan, MYL Dorong Aktif Suarakan Aspirasi
- account_circle Rivai

Sebanyak 53 pengurus Forum Anak Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) periode 2026–2027 resmi dikukuhkan oleh Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau di Aula Rumah Jabatan Bupati, Sabtu (8/8/2026).(Pangkep TV).
Ayopangkep.id, Pangkep – Sebanyak 53 pengurus Forum Anak Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) periode 2026–2027 resmi dikukuhkan oleh Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau di Aula Rumah Jabatan Bupati, Sabtu (8/8/2026).
Pengukuhan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Najemiah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tamrin Taba, Kepala DP2KBP3A Hj. St. Nurliah Sanusi, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Abbas Hasan.
Dalam sambutannya, MYL meminta pengurus Forum Anak memanfaatkan perkembangan teknologi digital secara bijak. Ia mengingatkan anak-anak agar tidak mudah menerima informasi tanpa memastikan kebenarannya.
“Saya sampaikan hal-hal negatif bisa teman-teman hindari, salah satunya hoaks. Cek dan ricek informasi yang kalian lihat. Cari positifnya apa yang bisa membantu teman-teman dan apa yang bisa meningkatkan skill teman-teman,” ujarnya.
Selain bijak bermedia digital, MYL mendorong Forum Anak terlibat aktif dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Menurutnya, forum tersebut dapat menjadi ruang bagi anak untuk menyampaikan aspirasi terkait hak-hak dasar yang belum terpenuhi.
MYL juga membuka ruang bagi Forum Anak untuk menyampaikan kritik maupun berbagai persoalan yang ditemukan di sekolah dan lingkungan sekitar.
“Saya menyampaikan kepada teman-teman semua, kritik dan hal-hal yang perlu diperhatikan secara luas betul-betul menjadi masukan kita semua. Sampaikan jika ada hal-hal yang kurang berkenan, baik di sekolah maupun sehari-hari,” katanya.
Ia secara khusus meminta Forum Anak membantu pemerintah mengidentifikasi persoalan pendidikan, termasuk masih adanya anak yang belum mampu membaca dan berhitung.
“Jangan sampai anak-anak yang mau masuk SMP atau SMA tidak tahu membaca. Kalau ada di sekolah ta yang mungkin tidak tahu membaca, menghitung, sampaikan kepada kami. Kami sebagai pemerintah dan sebagai pendidik insyaallah akan kami tuntaskan masalah buta aksara di Kabupaten Pangkep,” tegasnya.
Menurut MYL, keterlibatan Forum Anak penting untuk membantu pemerintah memperoleh informasi langsung mengenai persoalan yang dialami anak. Masukan tersebut selanjutnya dapat ditindaklanjuti bersama pihak sekolah dan tenaga pendidik.
Sementara itu, Ketua Forum Anak Kabupaten Pangkep periode 2026–2027, Anita Patwa, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah program setelah pengukuhan. Salah satunya kegiatan permainan tradisional bersama anak-anak Panti Asuhan Mattoanging.
“Hari ini ada permainan dengan anak-anak, seperti permainan tradisional yang nantinya akan dimainkan. Seperti lomba makan kerupuk, balap karung dan asing-asing,” jelas Anita.
Selanjutnya, Forum Anak akan menggelar upgrading untuk memperkenalkan tugas pokok dan fungsi kepada seluruh anggota. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan rapat kerja yang direncanakan berlangsung sepekan setelah upgrading.
Anita mengungkapkan, sejumlah persoalan anak masih menjadi perhatian Forum Anak Pangkep, seperti perundungan atau bullying, pernikahan usia anak, hingga stunting.
“Bullying verbal maupun fisik yang masih terjadi di sekolah-sekolah, terus ada juga pernikahan usia anak di daerah-daerah terpencil, stunting juga,” ungkapnya.
Menghadapi persoalan tersebut, Forum Anak akan menyusun program yang lebih kreatif serta memperkuat penyampaian aspirasi anak melalui Musrenbang dengan melibatkan pemerintah daerah.
“Dengan adanya peran dari pemerintah itu juga sangat membantu kami. Kerja sama tim kami nantinya akan membuat program-program yang lebih kreatif untuk menangani kasus tersebut dan juga akan disuarakan melalui Musrenbang untuk bekerja sama dengan pemerintah,” lanjutnya.
Anita berharap kepengurusan Forum Anak periode 2026–2027 dapat memberikan dampak nyata dalam pemenuhan hak anak sekaligus membantu menekan berbagai persoalan anak di Kabupaten Pangkep.
“Saya berharap semoga bisa lebih berdampak dan menekan angka permasalahan anak di Kabupaten Pangkep,” tutupnya.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syam Rifai

Saat ini belum ada komentar