Mentan Amran Gerak Cepat Tindak Laporan Bawang Ilegal dan Pupuk Subsidi dari Mahasiswa
- account_circle Rivai

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 100
Ayopangkep.id — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menunjukkan respons cepat terhadap berbagai aspirasi mahasiswa dalam diskusi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia di Jakarta, Rabu (6/5/2026). Dalam forum yang dihadiri sekitar 118 perwakilan mahasiswa dari berbagai daerah itu, Mentan Amran langsung menindaklanjuti sejumlah laporan dugaan pelanggaran di sektor pertanian.
Dua persoalan yang menjadi sorotan utama yakni dugaan peredaran bawang merah ilegal di Sumatera Utara serta kelangkaan pupuk subsidi bagi petani bawang merah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Menanggapi laporan tersebut, Mentan Amran langsung menghubungi pihak terkait di daerah untuk memastikan penanganan segera dilakukan.
“Terima kasih mahasiswa. Inilah yang kita harapkan. Kalau ada pelanggaran, laporkan. Tidak boleh ada pembiaran. Kita berantas mafia, kita tindak tegas,” ujar Mentan Amran di hadapan peserta diskusi.
Ia menegaskan praktik peredaran bawang merah ilegal sangat merugikan petani lokal karena dapat merusak harga pasar dan menekan kesejahteraan petani. Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum segera mengambil tindakan terhadap pelaku.
“Nah itu ditangkap, masukkan penjara. Kapan negeri ini bisa makmur kalau ada pembiaran? Sama dengan beternak kejahatan di republik ini,” tegasnya.
Selain persoalan bawang merah ilegal, laporan mengenai kelangkaan pupuk subsidi di NTB juga langsung mendapat perhatian. Mentan Amran memastikan Kementerian Pertanian akan segera menelusuri distribusi pupuk di wilayah tersebut guna memastikan tidak ada penyimpangan yang merugikan petani.
Dalam dialog tersebut, Mentan Amran juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah dalam mengawal kebijakan publik, khususnya di sektor pertanian. Ia mengaku terbuka terhadap kritik selama disampaikan secara objektif dan berbasis data.
“Kita butuh pengkritik yang konstruktif. Bukan fitnah, tapi kritik berbasis data. Kita buka apa adanya, tidak ada yang ditutup-tutupi,” katanya.
Ia kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas mafia dan praktik korupsi di sektor pertanian. Menurutnya, langkah penindakan terus dilakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menciptakan tata kelola pertanian yang bersih.
“Ada koruptor, kita penjarakan. Di sektor pertanian sudah 76 tersangka. Ini bukti bahwa kita tidak main-main,” ujar Amran.
Koordinator BEM SI Wilayah Sumatera Utara, Muzan Mirisan, mengapresiasi respons cepat Mentan Amran terhadap laporan mahasiswa. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan yang dihadapi petani di daerah.
“Kita apresiasi kepada Pak Menteri karena beberapa laporan langsung ditindaklanjuti. Di Sumatera Utara kami menyoroti kasus bawang merah ilegal dan berharap mafia-mafia seperti ini bisa segera dibasmi,” katanya.
Hal serupa disampaikan Muhammad Abdi Maludin, mahasiswa asal NTB yang melaporkan persoalan pupuk subsidi. Ia mengungkapkan adanya dugaan permainan oleh oknum sehingga pupuk subsidi tidak sampai kepada petani bawang merah yang membutuhkan.
Menurutnya, respons cepat Mentan Amran menjadi bukti bahwa pemerintah terbuka terhadap aspirasi masyarakat dan mahasiswa.
“Saya lihat Pak Menteri langsung merespons dan berkoordinasi saat itu juga. Ini yang kami harapkan agar persoalan di daerah bisa cepat ditangani,” ujarnya.
Melalui forum dialog tersebut, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dengan generasi muda serta memastikan setiap laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat, transparan, dan tegas.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syam Rivai

Saat ini belum ada komentar