Tiga Kafilah Pangkep Lolos Final Hifzil Qur’an MTQ XXXIV Sulsel di Maros
- account_circle Rivai

Ayopangkep.id, MAROS — Tiga peserta kafilah kabupaten Pangkep cabang lomba Hifzil Quran lolos ke babak final Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Cabang lomba hifzh Al-Qur’an kategori 10 juz masing-masing putra dan putri. Sementara, 1 peserta cabang lomba hifzh Al-Qur’an 20 juz putra.
cabang lomba hifzh Al-Qur’an berlangsung di Gedung PKK Kabupaten Maros, Jumat(17/4).
Pendamping official kafilah Pangkep, Wiwi Yulianti, menjelaskan bahwa pada cabang hifzh, Pangkep diwakili tiga peserta.
Ia menyebutkan, dua peserta mengikuti kategori 10 juz, masing-masing putra dan putri, sementara satu peserta lainnya mengikuti kategori 20 juz putri.
Ia menjelaskan, sebelum lomba dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti proses undian untuk menentukan urutan tampil.
“Untuk lombanya tadi diundi untuk urutan tampil, dan Pangkep mendapatkan giliran pertama untuk kategori putri 10 juz,” ujarnya.
Ia pun berharap peserta dari Pangkep dapat memberikan hasil terbaik dan mampu menembus tiga besar dalam ajang tersebut.
Sementara itu, salah satu peserta hifzh 10 juz putri asal Pangkep, Masyita Khumairah Ridwan, mengaku telah melakukan berbagai persiapan sebelum tampil.
Ia mengatakan, rutinitas mengaji dilakukan setiap hari, khususnya pada waktu subuh atau pagi, serta sering mengikuti tes hafalan, baik secara mandiri maupun saat berada di pondok.
“Persiapannya biasanya mengaji subuh atau pagi, dan sering dites hafalan, waktu di pondok juga sering dites,” ungkapnya.
Masyita yang datang didampingi keluarga dan rekannya berharap dapat meraih hasil terbaik.
Sementara itu, peserta putra 10 juz asal Pangkep, Muhammad Riswan Mubaraq, mengaku merasa lega usai menyelesaikan penampilannya di hadapan dewan hakim.
“Alhamdulillah Allah sudah memberikan yang terbaik,” katanya.
Ia mengungkapkan, persiapan sebelum tampil tidak hanya difokuskan pada hafalan, tetapi juga pada penguatan spiritual.
“Persiapan sebelum tampil banyak-banyak berdoa, banyak-banyak shalat malam,” ujarnya.
Untuk menjaga hafalan, Riswan rutin melakukan murojaah setiap hari dengan mengulang hafalan secara konsisten serta membatasi penggunaan ponsel.
“Untuk mengingat hafalan, setiap hari murojaah diulang-ulang terus, dan tidak main hape. Waktu murojaah, dari subuh sudah lima juz, sudah zuhur, sudah ashar,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama masa persiapan dirinya menjalani pembinaan di Pondok Pesantren Al Imam Al Jazary Takalar.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syam Rivai

Saat ini belum ada komentar