Pemkab Pangkep Tingkatkan Kepedulian Disabilitas melalui Pelatihan Bahasa Isyarat
- account_circle Rivai

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau bersama jajaran menghadiri pembukaan pelatihan bahasa isyarat yang digelar Dinas Sosial Kabupaten Pangkep di Aula DP2KBP3A Pangkep, Senin (18/5/2026).
Ayopangkep.id, PANGKEP — Dinas Sosial Kabupaten Pangkep menggelar kegiatan pelatihan bahasa isyarat dalam rangka pemberian bimbingan fisik, mental, spiritual, dan sosial bagi teman-teman disabilitas.
Pelatihan dibuka secara langsung oleh Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, di Aula DP2KBP3A Pangkep, Senin (18/5/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Pangkep berkomitmen untuk menjadikan pelatihan ini sebagai agenda tahunan pemerintah daerah. Ia menegaskan kesiapannya untuk terus memberikan dukungan untuk pemenuhan hak-hak teman-teman disabilitas di Kabupaten Pangkep.
“Tidak terasa ini sudah dilaksanakan tiga kalinya, insyaallah ini akan jadi kegiatan tahunan kita di Kabupaten Pangkep. Insyaallah saya sebagai bupati, apa-apa yang bisa saya bantu, akan saya berikan kepada teman-teman disabilitas. Khususnya salah satunya bahasa isyarat, karena tidak dipungkiri masih banyak teman-teman kita belum mengerti. Maka dari itu, saya menitipkan seluruh peserta untuk betul-betul menyimak materi yang akan diberikan,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan bahasa isyarat tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas hidup teman-teman disabilitas serta mempermudah komunikasi satu sama lain.
“Saya harapkan kepada seluruh masyarakatku di Pangkep, khususnya pelatihan bahasa isyarat ini, bisa meningkatkan kehidupan kita dan komunikasi kita satu sama lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pangkep, Jaenal Sanusi, menjelaskan bahwa perluasan pemahaman bahasa isyarat sangat penting agar komunikasi di dalam kehidupan bermasyarakat dapat berjalan dengan lebih baik dan tanpa hambatan.
“Harapan kami agar bahasa isyarat ini bisa lebih banyak yang mengetahui, sehingga dalam komunikasi bermasyarakat bisa lebih baik lagi,” katanya.
Ia mengungkapkan, masih banyak penyandang disabilitas yang belum memahami bahasa isyarat sehingga pelatihan seperti ini dinilai sangat penting untuk terus dilakukan.
“Karena ternyata masih banyak teman-teman kita yang disabilitas tidak mengetahui bahasa isyarat,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan dengan skala yang lebih besar ke depan. Namun, keterbatasan anggaran membuat peserta pelatihan tahun ini masih terbatas.
“Namun, karena keterbatasan anggaran, kami hanya bisa menjangkau sekitar 30 orang untuk saat ini,” pungkasnya.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syam Rivai

Saat ini belum ada komentar