Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Hindari Potensi Konflik, Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah dan Masyarakat Se-NTB Gotong Royong Mutakhirkan Data Pertanahan

Hindari Potensi Konflik, Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah dan Masyarakat Se-NTB Gotong Royong Mutakhirkan Data Pertanahan

  • account_circle Rivai

Ayopangkep.id, Mataram – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau kepala daerah dan masyarakat se-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk bergotong royong melakukan pemutakhiran data pertanahan. Persoalan tumpang tindih sertipikat atau yang dikenal sebagai KW 4, 5, dan 6, terjadi karena ada sertipikat lama yang belum dilengkapi peta kadastral atau belum terintegrasi dalam sistem digital. Kondisi ini membuat batas bidang tanah tidak terbaca dengan jelas dan rentan diklaim pihak lain sehingga berpotensi menimbulkan konflik.

“Karena itu saya imbau, kami minta tolong imbau kepada camat, sama lurah, sama warganya yang masih punya sertipikat tanah tahun 97-96 ke bawah, terus sampai tahun 60-an. Itu KW 4, 5, 6, Pak. Tolong segera mutakhirkan data pertanahannya,” ujar Menteri Nusron dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-NTB, di Kantor Gubernur NTB, Mataram, Jumat (10/04/2026).

Menteri Nusron menjelaskan, salah satu indikator penting dalam menjaga kepemilikan tanah adalah penguasaan fisik di lapangan. Hal ini dapat terlihat saat proses pengukuran dilakukan oleh petugas. “Salah satu indikasi penguasaan fisik adalah tatkala petugas ukur dari BPN mau mengukur, tidak ada yang mengusir. Berarti pemohon dianggap penguasanya,” ucapnya.

Ia pun menegaskan, perlunya langkah cepat dalam melakukan pemutakhiran data, termasuk dengan pengukuran ulang atau penggantian sertipikat lama agar masuk dalam sistem yang terpetakan dengan baik. “Ganti sertipikatnya kalau perlu. Minta ukur ulang kepada ATR/BPN. Karena datanya di sini masih tinggi,” ungkap Menteri Nusron.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam Rakor, jumlah sertipikat KW 4, 5, dan 6 di NTB ada sebanyak 247.913 bidang atau sekitar 7,5% dari total sertipikat. Angka itu dinilai cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan sengketa apabila tidak segera ditangani.

Kondisi tersebut rawan dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab, terutama di wilayah perkotaan. Oleh karena itu, Menteri ATR/Kepala BPN mengingatkan bahwa peran aktif pemerintah daerah hingga masyarakat sangatlah penting dalam menjaga dan memperbarui data pertanahan.

Pada Rakor ini, selain seluruh kepala daerah, turut hadir Ketua dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) se-NTB. Dalam kesempatan ini, Menteri Nusron hadir didampingi oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, Shamy Ardian; Tenaga Ahli Menteri Bidang Komunikasi Publik, Rahmat Sahid; serta Kepala Kantor Pertanahan se-NTB.

Rilis’ Sabtu, 11 April 2026

  • Penulis: Rivai
  • Editor: Syam Rifai

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dokumen Wakaf Hilang? Menteri ATR/Kepala BPN Jelaskan Cara agar Tanah Tetap Bisa Disertipikatkan

    Dokumen Wakaf Hilang? Menteri ATR/Kepala BPN Jelaskan Cara agar Tanah Tetap Bisa Disertipikatkan

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id, Jakarta – Dokumen tanah wakaf hilang atau tidak lengkap bukan berarti tanah tersebut tidak bisa disertipikatkan. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan bahwa masyarakat memiliki jalur hukum yang bisa ditempuh untuk memperoleh kepastian hukum atas tanah wakaf melalui mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. “Kalau kondisi wakif […]

  • Menkomdigi Meutya Hafid Ajak Pers Jaga Kualitas Informasi di Era Digital

    Menkomdigi Meutya Hafid Ajak Pers Jaga Kualitas Informasi di Era Digital

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak insan pers untuk terus menjaga kualitas informasi publik di tengah laju digitalisasi dan derasnya arus konten di ruang digital. Meutya menegaskan bahwa kecepatan penyampaian informasi harus dibarengi dengan ketelitian, empati, serta tanggung jawab sosial. Tanpa hal tersebut, produksi berita yang serba cepat berisiko melahirkan konten […]

  • Indonesia Raih Tiga WSIS Champions 2026 Lewat Inovasi Pendidikan, Siber, dan Antihoaks

    Indonesia Raih Tiga WSIS Champions 2026 Lewat Inovasi Pendidikan, Siber, dan Antihoaks

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id — Tiga inovasi digital Indonesia yang berfokus pada perluasan akses pendidikan, penguatan keamanan siber, dan penanggulangan hoaks berhasil masuk jajaran terbaik dalam ajang The World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU) di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai […]

  • Semangat Kerukunan Lintas Agama, FKUB dan Pemkab Pangkep Gelar Sunatan Massal untuk 50 Anak

    Semangat Kerukunan Lintas Agama, FKUB dan Pemkab Pangkep Gelar Sunatan Massal untuk 50 Anak

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    AYOPANGKEP.ID, PANGKEP – Semangat kerukunan lintas agama diwujudkan melalui aksi sosial dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama Pemerintah Kabupaten Pangkep, PPNI, dan Permabudhi Sulawesi Selatan menggelar sunatan massal bagi 50 anak dari keluarga kurang mampu. Sunatan masal dihadiri langsung Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, didampingi kepala dinas Kesehatan […]

  • Harga Pupuk Dunia Naik 40%, Indonesia Justru Turunkan Subsidi 20%

    Harga Pupuk Dunia Naik 40%, Indonesia Justru Turunkan Subsidi 20%

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id, Jakarta — Di tengah lonjakan harga pupuk global yang melampaui 40% akibat gangguan pasokan, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah berbeda dengan menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20%. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa langkah tersebut mencerminkan kemampuan Presiden dalam membaca potensi krisis pupuk global […]

  • Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus US0 Miliar, Meutya Dorong Retensi Nilai di Dalam Negeri

    Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus US$360 Miliar, Meutya Dorong Retensi Nilai di Dalam Negeri

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id — Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya berperan sebagai pasar bagi ekonomi digital. Menurutnya, Indonesia harus mampu menjadi pencipta sekaligus pemilik nilai agar pertumbuhan sektor digital dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional. Saat ini, nilai ekonomi digital Indonesia telah mencapai sekitar US$100 miliar, […]

expand_less