Kementan Catat Rekor Baru, Stok Beras Nasional Tembus 4,3 Juta Ton
- account_circle Rivai
- calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
- comment 0 komentar

Ayopangkep.id, Jakarta – Kementerian Pertanian mencatat tonggak penting dengan stok beras nasional mencapai 4,3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Pencapaian ini memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian global.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa angka tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar 4,2 juta ton. Ia bahkan memproyeksikan stok dapat menembus 5 juta ton dalam waktu dekat.
Menurutnya, peningkatan stok beras ini turut menjaga stabilitas harga pangan, terutama selama Ramadan. Beras yang sebelumnya kerap menjadi penyumbang inflasi kini tidak lagi memberi tekanan berarti.
Seiring lonjakan stok, pemerintah juga memperluas kapasitas penyimpanan. Dari kapasitas gudang sekitar 3 juta ton, tambahan hingga 2 juta ton disiapkan melalui penyewaan fasilitas.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong hilirisasi pertanian, termasuk pengembangan energi terbarukan berbasis biofuel. Implementasi biodiesel B50 menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi.
Direktur Utama Perum Bulog menambahkan bahwa tren peningkatan stok masih berlanjut. Hingga saat ini, stok telah mencapai 4,3 juta ton dan ditargetkan naik menjadi 4,5 juta ton pada akhir bulan, dengan penyerapan mencapai 1,3 juta ton sepanjang Januari–Maret—rekor tertinggi untuk periode tersebut.
Ke depan, pemerintah juga mengembangkan program bioetanol E20, yakni campuran 20 persen etanol dalam bensin yang berasal dari komoditas seperti jagung, tebu, dan ubi, sebagai langkah menuju kemandirian energi.
Wakil Kepala Badan Pengelola BUMN, Tedi Bharata, menegaskan kesiapan BUMN dalam mendukung transformasi sektor pangan dan energi melalui kolaborasi dengan Kementerian Pertanian.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas strategis, termasuk beras dan jagung pakan, serta mengalami surplus pada komoditas ayam dan telur. Ia juga menekankan pentingnya bioenergi sebagai pendorong kemandirian energi nasional di bawah arahan Prabowo Subianto.
Lebih lanjut, capaian sektor pertanian ini turut meningkatkan kesejahteraan petani dan kontribusi terhadap PDB yang mencapai 5,7 persen—tertinggi dalam beberapa dekade. Harga pupuk pun dilaporkan turun hingga 20 persen, membantu menekan biaya produksi.
Kementerian Pertanian menilai keberhasilan ini sebagai hasil sinergi antara pemerintah, BUMN, dan petani, sekaligus menjadi momentum penting menghadapi tantangan global.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syam Rifai

Saat ini belum ada komentar