Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Krisis Pangan Mengintai, Indonesia Optimistis Jadi Lumbung Pangan Dunia

Krisis Pangan Mengintai, Indonesia Optimistis Jadi Lumbung Pangan Dunia

  • account_circle Rivai

Ayopangkep.id, Jakarta – Di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan ekonomi global, isu pangan kembali menjadi sorotan utama dunia. Lembaga kemanusiaan internasional memperingatkan bahwa situasi saat ini berpotensi berkembang menjadi krisis yang lebih luas jika tidak diantisipasi sejak dini.

Laporan terbaru World Food Programme (WFP) menyebutkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah dapat mendorong lonjakan jumlah penduduk dunia yang mengalami kelaparan akut hingga mencapai rekor baru pada 2026. Jika konflik berkepanjangan disertai tingginya harga energi, sekitar 45 juta orang tambahan berisiko masuk dalam kategori rawan pangan akut. Kondisi ini menegaskan bahwa ketahanan pangan kini bukan sekadar isu sektoral, melainkan penentu stabilitas ekonomi dan sosial global.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai bahwa ancaman krisis pangan global memang nyata dan harus direspons dengan penguatan kemandirian setiap negara.

“Dunia sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius. Karena itu setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak boleh bergantung pada negara lain,” ujar Mentan Amran, Minggu (22/03/2026).

Ia menjelaskan bahwa lonjakan harga energi, gangguan jalur pelayaran internasional, serta kenaikan biaya logistik dapat memicu inflasi pangan global, seperti yang terjadi saat perang Rusia–Ukraina pada 2022. Dampaknya tidak hanya dirasakan di wilayah konflik, tetapi menjalar melalui rantai pasok global, terutama bagi negara yang masih bergantung pada impor pangan.

“Kalau terjadi krisis global, terlebih permasalahan geopolitik dari Iran versus Amerika dan Israel, yang paling aman adalah negara yang bisa memproduksi pangannya sendiri. Itu sebabnya kita harus memperkuat produksi dalam negeri,” katanya.

Di tengah tekanan global tersebut, Indonesia dinilai berada pada jalur yang tepat menuju kemandirian pangan. Pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga membangun sistem pertanian yang lebih kuat, modern, dan berkelanjutan, dengan target swasembada sekaligus menjadi lumbung pangan dunia.

“Kita harus optimis. Indonesia punya lahan, air, iklim, dan sumber daya manusia. Kalau semua dimaksimalkan, swasembada bukan mimpi, lumbung pangan dunia juga bukan hal yang mustahil,” tegasnya.

Upaya peningkatan produksi dilakukan melalui kombinasi intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi difokuskan pada peningkatan produktivitas melalui penggunaan benih unggul, mekanisasi, pompanisasi, serta peningkatan indeks pertanaman. Sementara itu, ekstensifikasi dilakukan melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa.

“Mandiri mutlak, swasembada mutlak. Kita tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan yang ada, tetapi juga membuka lahan baru. Produksi harus naik secara signifikan,” ujarnya.

Menurutnya, dua pilar utama swasembada berkelanjutan adalah deregulasi dan transformasi pertanian menuju sistem modern. Kedua langkah ini dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan produksi di tengah dinamika global.

“Langkah kami ada dua, deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern kita masifkan,” katanya.

Pemerintah telah melakukan reformasi besar di sektor pertanian, termasuk menerbitkan 13 Peraturan Presiden serta mencabut sekitar 500 regulasi internal yang dinilai menghambat. Kebijakan ini memangkas birokrasi, mempercepat distribusi sarana produksi, dan menurunkan biaya produksi petani.

Reformasi juga menyentuh tata kelola pupuk. Distribusi yang sebelumnya berbelit kini dipangkas menjadi jalur langsung dari Kementerian Pertanian ke produsen hingga ke petani. Dampaknya, biaya pupuk turun hingga 20 persen dan volume meningkat tanpa tambahan anggaran negara.

“Sekarang distribusi langsung, cepat, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Di sisi lain, modernisasi pertanian mendorong efisiensi tenaga kerja hingga 90 persen, mempercepat proses tanam dan panen, serta meningkatkan indeks pertanaman menjadi dua hingga tiga kali setahun. Efisiensi ini turut menekan biaya produksi hingga 50 persen.

“Modernisasi membuat biaya turun, panen lebih cepat, dan petani lebih sejahtera,” kata Amran.

Peningkatan kesejahteraan petani tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai 125, tertinggi sepanjang sejarah. Kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram juga mendorong perputaran ekonomi hingga Rp132 triliun di tingkat petani.

Produksi beras nasional tercatat surplus sekitar 34,7 juta ton atau naik 13 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, cadangan beras pemerintah telah melampaui 4 juta ton dan diproyeksikan terus meningkat.

“Stok kita kuat, produksi naik, cadangan pangan aman. Ini menunjukkan kita berada di jalur yang benar,” ujarnya.

Untuk jangka panjang, pemerintah juga mengembangkan optimalisasi lahan rawa sebagai sumber produksi baru, termasuk revitalisasi ratusan ribu hektare lahan di Kalimantan dengan sistem irigasi modern.

“Kita sedang menyiapkan lumbung pangan baru untuk memastikan produksi terus meningkat,” jelasnya.

Melalui kombinasi kebijakan deregulasi, modernisasi, ekspansi lahan, serta penguatan harga bagi petani, sektor pangan diposisikan sebagai fondasi stabilitas ekonomi nasional. Di tengah ancaman krisis global, Indonesia justru memperkuat kapasitas produksi dan cadangan pangannya.

“Kita tidak boleh takut krisis pangan global. Justru ini momentum Indonesia untuk mandiri dan menjadi lumbung pangan dunia,” tutupnya.

  • Penulis: Rivai
  • Editor: Syam Rifai

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BKMT Pangkep Gelar Tausyiah Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

    BKMT Pangkep Gelar Tausyiah Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    AYOPANGKEP.ID, PANGKEP – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Pangkep menggelar tausyiah, zikir, dan doa bersama dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Aula Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Kamis (18/6/2026). Tausyiah disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, H. Ramli Rasyid. Ia mengingatkan pentingnya peran perempuan dalam keluarga melalui doa-doa […]

  • Kepala Kantor Pertanahan Pangkep Lantik Satgas PTSL 2026, Tekankan Integritas dan Profesionalisme

    Kepala Kantor Pertanahan Pangkep Lantik Satgas PTSL 2026, Tekankan Integritas dan Profesionalisme

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id, Pangkep – Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Bambang Iriyanto, melaksanakan kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah Satuan Tugas Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kantor Pertanahan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dengan dihadiri jajaran pegawai serta pihak terkait. Pelantikan dan pengambilan sumpah ini menjadi bagian penting dalam […]

  • Presiden Prabowo Terima Medali Loka Praja Samrakshana pada Peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara

    Presiden Prabowo Terima Medali Loka Praja Samrakshana pada Peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    AYOPANGKEP.ID — Presiden Prabowo Subianto menerima penganugerahan Medali Keamanan dan Keselamatan Publik (Loka Praja Samrakshana) dalam Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Satuan Latihan Korps Brigade Mobil (Korbrimob), Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2026). Penganugerahan tersebut ditandai dengan pengalungan medali oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai […]

  • Rakor Bersama para Kepala Daerah di Kalsel, Menteri Nusron: Penentuan Lokasi LP2B Menjadi Kewenangan Daerah

    Rakor Bersama para Kepala Daerah di Kalsel, Menteri Nusron: Penentuan Lokasi LP2B Menjadi Kewenangan Daerah

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id, Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama bupati dan wakil bupati se-Kalimantan Selatan, di Kementerian ATR/BPN, Jakarta pada Rabu (13/05/2026). Salah satu pesan yang Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, tekankan dalam Rakor tersebut adalah soal kewenangan pemerintah daerah dalam penetapan kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). […]

  • 198 Lokasi Diusulkan, 45 Sekolah Rakyat Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini

    198 Lokasi Diusulkan, 45 Sekolah Rakyat Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id, JAKARTA – Sebanyak 198 titik lokasi telah diajukan sebagai calon tempat berdirinya Sekolah Rakyat. Pengajuan ini datang dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga sektor swasta yang siap menyediakan lahan maupun bangunan. Dari total tersebut, 45 lokasi di antaranya ditargetkan sudah dapat mulai beroperasi tahun ini. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyampaikan […]

  • Dukung Pembangunan Permukiman Hunian Vertikal dan Kota Satelit, Menteri Nusron: Siapkan Penyediaan Lahan di Berbagai Wilayah

    Dukung Pembangunan Permukiman Hunian Vertikal dan Kota Satelit, Menteri Nusron: Siapkan Penyediaan Lahan di Berbagai Wilayah

    • account_circle Rivai
    • 0Komentar

    Ayopangkep.id, Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) melalui Pembangunan Permukiman Hunian Vertikal dan Kota Satelit. Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, mengatakan bahwa dukungan diberikan dengan penyediaan lahan skala besar di berbagai wilayah Indonesia. “Kami dari Kementerian ATR/BPN sudah menyiapkan lahan di berbagai daerah untuk […]

expand_less