BPN Pangkep Sosialisasikan Bidang Tanah Ketagroi KW dan Aplikasi Sentuh Tanahku
- account_circle Rivai
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Ayopangkep.id, Pangkep – Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan melaksanakan kick off gerakan penanganan bidang tanah kategori KW 4, 5, dan 6 serta sosialisasi aplikasi Sentuh Tanahku dan Bhumi ATR, Kegiatan tersebut dihadiri camat serta sekretaris kecamatan, berlangsung di ruang rapat Kantor BPN Kabupaten Pangkep, Rabu (18/2/2026).
Kepala Seksi Survei dan Pemetaan BPN Pangkep, Ruth, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama dengan pemerintah kecamatan dan desa dalam rangka meningkatkan kualitas data pertanahan.
“Tujuan dilaksanakannya acara ini untuk meminta kerja sama dengan pemerintah wilayah kerja masing-masing. Karena terkait sertipikat yang dimiliki masyarakat, pihak yang lebih mudah menjangkau masyarakat adalah camat maupun desa. Kami berharap melalui kegiatan ini, kami bisa lebih dekat dan lebih mudah menjangkau masyarakat. Camat bisa menjadi perantara kami dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bidang tanah kategori KW 4, 5, dan 6 merupakan bidang yang telah terdaftar, namun belum terpetakan secara spasial.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap jumlah bidang yang sudah terdaftar namun belum terpetakan dapat berkurang. Sehingga semakin banyak bidang yang terpetakan, dan bidang bersertipikat yang tumpang tindih dapat diminimalisir, guna menghindari sengketa dan konflik di kemudian hari,” jelasnya.
Ruth menyebutkan, saat ini masih terdapat sekitar 13 ribu bidang tanah kategori KW 4, 5, dan 6 di Kabupaten Pangkep.
Ia menambahkan, pihaknya menargetkan penyelesaian sekitar 50 persen dari jumlah bidang tersebut sesuai target dari kementerian.
“Kami ditargetkan oleh kementerian untuk menyelesaikan 50 persen dari jumlah bidang KW 4, 5, dan 6 yang ada di kabupaten. Target kami sekitar 5 ribu sampai 6 ribu bidang untuk anggaran tahun 2026,” ujarnya.
Selain itu, BPN Pangkep juga mensosialisasikan aplikasi Sentuh Tanahku dan Bhumi ATR sebagai bagian dari upaya digitalisasi layanan pertanahan.
“Aplikasi Sentuh Tanahku merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh kementerian dengan berbagai fitur, salah satunya swa plotting dan informasi layanan pertanahan. Sedangkan Bhumi ATR merupakan website yang dapat digunakan untuk mengecek bidang-bidang yang telah terdaftar di Kabupaten Pangkep,” jelasnya.
Ia menambahkan, kedua platform tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Menurutnya aplikasi Sentuh Tanahku bersifat pribadi karena pengguna harus login untuk mengakses data sertipikat miliknya, sementara Bhumi ATR dapat diakses secara umum untuk melihat informasi bidang tanah.
“Sentuh Tanahku digunakan secara pribadi dengan login masing-masing pengguna, sehingga dapat melihat data sertipikat yang dimiliki. Sementara Bhumi ATR bersifat umum dan dapat diakses untuk melihat data bidang tanah secara luas,” tambahnya.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat juga dapat memastikan status pemetaan bidang tanah yang dimiliki.
“Masyarakat dapat menggunakan aplikasi Sentuh Tanahku untuk melakukan swaploting dan mengecek apakah sertipikat mereka sudah terpetakan atau belum,” tutupnya.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syam Rifai

Saat ini belum ada komentar