Pemerintah Gulirkan Stimulus Ramadan 2026, Rp911 Miliar untuk Diskon Transportasi
- account_circle Rivai
- calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
- comment 0 komentar

Ayopangkep.id – Menjelang bulan suci Ramadan dan libur Idulfitri 2026, pemerintah meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 yang mencakup diskon transportasi, kebijakan work from anywhere (WFA), serta bantuan pangan. Peluncuran kebijakan tersebut dilakukan di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa paket stimulus ini dirancang untuk memastikan kelancaran, kenyamanan, sekaligus memberikan keringanan bagi masyarakat dalam menyambut Ramadan dan Idulfitri.
“Kita ingin meringankan saudara-saudara kita yang pada momen puasa dan Lebaran biasanya bersilaturahmi, mudik, atau pulang kampung. Karena itu, pemerintah memberikan stimulus berupa diskon tiket kereta api, pesawat, hingga penyeberangan, semata-mata untuk membantu masyarakat,” ujar Mensesneg.
Selain mendorong aktivitas ekonomi, pemerintah juga memberi perhatian serius pada aspek keselamatan dan kenyamanan perjalanan mudik. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus dilakukan untuk memastikan kelayakan infrastruktur jalan, terutama di tengah tingginya curah hujan yang berpotensi merusak kondisi jalan.
“Kami terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi jalan tetap laik. Di musim hujan ini banyak ditemukan lubang jalan, bahkan di beberapa tempat sempat menimbulkan korban. Pemerintah sangat prihatin dan terus mengingatkan seluruh jajaran agar memperhatikan hal-hal kecil yang berisiko fatal,” jelasnya.
Untuk memperkuat daya beli masyarakat, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Bantuan tersebut diberikan sekaligus untuk dua bulan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang berasal dari desil 1 hingga desil 4.
“Pemerintah bekerja keras agar seluruh masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Lebaran dengan sebaik-baiknya. Kita terus memikirkan cara meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang berada di desil 1 sampai desil 4,” kata Mensesneg.
Lebih lanjut, ia berharap berbagai kebijakan stimulus ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan pertama 2026.
“Harapan kita, dengan langkah-langkah ini ekonomi bisa tumbuh dan bergerak sejak awal tahun,” tandasnya.
Program Stimulus Ekonomi I-2026 meliputi:
-
Diskon tarif transportasi dengan total anggaran Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN, meliputi:
-
Kereta Api (PT KAI): Diskon 30 persen untuk perjalanan 14–29 Maret 2026 dengan target 1,2 juta penumpang.
-
Angkutan Laut (PT Pelni): Diskon 30 persen periode 11 Maret–5 April 2026 dengan target 445 ribu penumpang.
-
Angkutan Penyeberangan (ASDP): Diskon 100 persen jasa kepelabuhanan pada 12–31 Maret 2026 dengan target 945 ribu kendaraan dan 2,4 juta penumpang.
-
Angkutan Udara (kelas ekonomi domestik): Diskon 17–18 persen untuk periode 14–29 Maret 2026 dengan target 3,3 juta penumpang.
-
-
Kebijakan Work From Anywhere (WFA)
Pemerintah menetapkan skema WFA atau flexible working arrangement (FWA) selama lima hari, yakni pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026. Pengaturan bagi ASN dituangkan dalam Surat Edaran Menteri PANRB, sementara pelaksanaan bagi pekerja swasta diatur melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan. -
Bantuan Pangan
Bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan yang disalurkan sekaligus untuk dua bulan, dengan target 35,04 juta KPM dari desil 1–4 dan estimasi anggaran Rp11,92 triliun.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syam Rifai

Saat ini belum ada komentar