Bimtek Kemasan, Langkah Pangkep Tingkatkan Nilai Jual Produk IKM
- account_circle Rivai

AYOPANGKEP.ID, PANGKEP — Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terus mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) meningkatkan kualitas produk melalui penguatan kemasan dan label.
Upaya tersebut dilakukan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Pangkep melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Kemasan dan Label Angkatan II Tahun 2026 yang berlangsung di Sentra IKM Pengolahan Ikan Matampa, Kamis (10/9/2026).
Bimtek yang berlangsung selama tiga hari, 10-12 September 2026, diikuti 25 pelaku IKM dari wilayah daratan, pegunungan hingga kepulauan Pangkep.
Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan kemasan dan label produk olahan kering agar lebih menarik, informatif, serta memiliki identitas merek yang kuat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Pangkep, Asrul Asiking, saat membuka kegiatan tersebut berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius hingga selesai.
“Kami mengharapkan kepada saudara-saudari agar mengikuti acara ini dengan seksama dan penuh kesungguhan sampai selesai. Harapannya, pelaku IKM dapat mengembangkan inovasi desain kemasan dan labeling serta mampu mendesain sendiri kemasannya sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Pangkep, Asykur Abubakar, mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya mendorong produk UMKM agar naik kelas.
Menurutnya, kemasan memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai jual sekaligus membuka peluang produk lokal untuk masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk swalayan dan ritel modern.
“Setelah pelatihan, insyaallah kemasannya akan lebih bagus. Tujuannya agar kemasan yang dibuat bisa naik kelas sehingga produk dapat diterima di swalayan dan ritel modern,” katanya.
Ia menambahkan, peserta juga akan mendapatkan dukungan peralatan berupa mesin pres dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui dinas yang membidangi perindustrian dan UMKM.
Selain bantuan peralatan, masing-masing pelaku UMKM juga akan mendapatkan sebanyak 350 kemasan untuk mendukung penerapan hasil pelatihan.
Asykur berharap, pengetahuan dan fasilitas yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas produksi dan pendapatan pelaku usaha.
“Harapannya setelah pelatihan ini UMKM bisa naik kelas, meningkatkan taraf hidup, dan mengajak UMKM lainnya untuk terus meningkatkan kreativitas dalam produksi,” jelasnya.
Ia menegaskan, kemasan bukan sekadar pembungkus produk. Kemasan yang menarik menjadi salah satu faktor pendukung utama dalam meningkatkan nilai jual dan daya tarik produk di mata konsumen.
Melalui penguatan kemasan dan label tersebut, pemerintah daerah berharap produk olahan lokal Pangkep semakin memiliki daya saing, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syamsul Rivai

Saat ini belum ada komentar