198 Lokasi Diusulkan, 45 Sekolah Rakyat Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini
- account_circle Rivai
- calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
- comment 0 komentar

Ayopangkep.id, JAKARTA – Sebanyak 198 titik lokasi telah diajukan sebagai calon tempat berdirinya Sekolah Rakyat. Pengajuan ini datang dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga sektor swasta yang siap menyediakan lahan maupun bangunan. Dari total tersebut, 45 lokasi di antaranya ditargetkan sudah dapat mulai beroperasi tahun ini.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa usulan dari daerah mencakup dua bentuk, yakni gedung yang perlu direnovasi atau disesuaikan, serta lahan kosong dengan luas minimal 5 hingga 10 hektare. Hal itu disampaikan usai memimpin rapat pleno persiapan Sekolah Rakyat bersama sejumlah kementerian dan lembaga di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta.
Program Sekolah Rakyat direncanakan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025/2026, tepatnya Juli 2025. Adapun proses penerimaan siswa baru dan perekrutan tenaga pengajar akan dimulai lebih awal, yakni pada April 2025.
Dalam proses seleksi peserta didik, akan dilakukan beberapa tahapan. Tahap awal berupa seleksi administratif yang diperuntukkan bagi anak-anak dari kelompok Desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Selanjutnya, calon siswa akan mengikuti tes potensi akademik, psikotes, kunjungan rumah, wawancara dengan orang tua, serta pemeriksaan kesehatan.
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, M. Nuh, menjelaskan bahwa tenaga pendidik akan direkrut dari sekitar 60.000 guru yang telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga telah memetakan distribusi guru agar penempatannya sesuai dengan lokasi Sekolah Rakyat, terutama di daerah asal mereka. Selain itu, pemerintah membuka peluang bagi guru ASN untuk ditugaskan di program ini.
Para calon guru akan melalui proses seleksi untuk menilai kompetensi sekaligus kesiapan mereka. Tidak hanya kemampuan akademik yang menjadi perhatian, tetapi juga empati sosial terhadap siswa yang berasal dari latar belakang khusus.
Lebih lanjut, M. Nuh menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak sekadar memberikan akses pendidikan, tetapi juga bertujuan mencetak agen perubahan yang mampu memutus rantai kemiskinan. Lulusan program ini diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan dukungan beasiswa Bidik Misi.
Di samping itu, para siswa juga akan dibekali keterampilan digital yang relevan dengan perkembangan zaman, seperti coding, keamanan siber, dan ilmu data, agar memiliki daya saing di masa depan.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syam Rifai

Saat ini belum ada komentar