Tren Kasus Menurun, Kemenkes Pastikan Influenza A (H3N2) Subclade K Terkendali
- account_circle Syam Rifai
- calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
- comment 0 komentar

-
Kemenkes memastikan influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia masih terkendali meski terdeteksi di 13 provinsi.
-
Influenza A (H3N2) subclade K bukan virus baru dan termasuk influenza musiman yang beredar setiap tahun.
-
Data Kemenkes menunjukkan tren kasus menurun sejak akhir 2025 dan tidak ada penambahan kasus baru sejak minggu ke-52.
-
Sebagian besar pasien mengalami gejala ringan, sementara kasus berat umumnya terjadi pada kelompok berisiko seperti lansia dan penderita komorbid.
Ayopangkep.id, Kesehatan – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia masih dalam kondisi terkendali. Meski virus ini terdeteksi di 13 provinsi, tren kasus influenza nasional justru menunjukkan penurunan memasuki awal 2026.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menegaskan bahwa influenza A (H3N2) bukanlah virus baru, melainkan bagian dari influenza musiman yang rutin beredar setiap tahun.
“A (H3N2) merupakan bagian dari influenza musiman. Pada pertengahan Januari 2025, subclade K telah dilaporkan di 80 negara, termasuk Indonesia. Namun berdasarkan hasil pemantauan, tren kasus influenza di Tanah Air terus menurun sehingga masyarakat tidak perlu panik,” ujar dr. Prima.
Berdasarkan data Kemenkes, sejak 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026 tercatat 74 kasus subclade K dari total 204 spesimen influenza A (H3N2) yang diperiksa. Temuan terbanyak berasal dari Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Puncak kasus terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025 dan mulai menurun sejak minggu ke-44. Bahkan, tidak ditemukan penambahan kasus baru sejak minggu ke-52.
Sebagian besar pasien influenza mengalami gejala ringan hingga sedang dan dapat sembuh tanpa perawatan khusus. Kasus berat umumnya dialami kelompok berisiko tinggi, seperti lansia dan penderita penyakit penyerta.
Menurut dr. Prima, laporan kematian pada pasien influenza umumnya berkaitan dengan kondisi komorbid yang memperberat penyakit dasar. Dalam kondisi tersebut, infeksi virus atau bakteri dapat menjadi pencetus yang memperburuk kondisi kesehatan pasien.
“Influenza tidak selalu menjadi penyebab kematian utama, tetapi dapat memicu perburukan kondisi kesehatan, terutama pada pasien lansia dengan komorbid yang tidak stabil,” jelasnya.
Kemenkes terus melakukan surveilans influenza di fasilitas kesehatan, rumah sakit, serta pintu masuk negara. Upaya ini mencakup pemeriksaan laboratorium dan analisis genom virus untuk memastikan tidak terjadi perubahan signifikan pada karakter virus.
Masyarakat diimbau tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit atau saat berinteraksi dengan kelompok rentan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala berat. Vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi kelompok berisiko, juga dianjurkan sebagai langkah pencegahan.
(Mcpangkep/FAI)
- Penulis: Syam Rifai
- Editor: Syam Rifai

Saat ini belum ada komentar