Oplah 1.622 Hektare di Pangkep Didorong Tingkatkan Produktivitas Pertanian
- account_circle Rivai

AYOPANGKEP.ID, PANGKEP — Sebanyak 1.622,01 hektare lahan pertanian di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dioptimalkan melalui Program Optimasi Lahan (Oplah) Tahun Anggaran 2026. Program ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendorong peningkatan pendapatan masyarakat tani.
Pelaksanaan program tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pelaksanaan Teknis Kegiatan Optimasi Lahan Wilayah Kabupaten Pangkep Tahun Anggaran 2026 yang digelar Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar di Ruang Pola Kantor Bupati Pangkep, Selasa (8/9/2026).
Rakor dihadiri Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, Kepala BPLIP Kelas I Makassar Rustan Massinai, Kepala Kejaksaan Negeri Pangkep, perwakilan Dandim 1421 Pangkep, Wakapolres Pangkep, Kepala Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, serta kelompok tani penerima manfaat.
Penyaluran bantuan secara simbolis dilakukan Kepala BPLIP Kelas I Makassar Rustan Massinai kepada Bupati Pangkep H. Muhammad Yusran Lalogau.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap rehabilitasi dan penguatan infrastruktur pertanian, terutama jaringan irigasi dan penyediaan sumber air, dapat meningkatkan produktivitas lahan serta mendukung peningkatan frekuensi tanam.
Kepala BPLIP Kelas I Makassar Rustan Massinai mengatakan, program Oplah merupakan salah satu bentuk bantuan pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian. Ia berharap lahan yang mendapat penanganan dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga meningkatkan intensitas tanam.
“Kami berharap sekitar 1.600 hektare ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Rustan menjelaskan, bantuan disalurkan langsung ke rekening kelompok tani untuk dikelola secara swakelola sesuai kebutuhan dan ketentuan program.
“Dananya langsung kepada kelompok tani sebagai swakelola tipe 4. Jadi betul-betul bisa ada asas manfaatnya,” katanya.
Ia berharap penerima manfaat dapat segera melaksanakan program Oplah ini.
“Harapan kami kepada penerima, dikerjakan secepatnya sehingga tidak ada lagi kekurangan air. Dari Oplah ini, yang sebelumnya satu kali tanam bisa menjadi dua sampai tiga kali panen,” ujarnya.
Rustan menambahkan, optimalisasi lahan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, peningkatan produksi di daerah diharapkan setidaknya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.
“Kami hanya sebagai jembatannya untuk menyampaikan harapan Bapak Presiden bahwa lahan harus dimanfaatkan dengan baik dan kita harus swasembada pangan,” katanya.
Rustan juga berharap Pemerintah Kabupaten Pangkep dapat kembali mengusulkan dukungan program serupa pada tahun berikutnya, termasuk pengembangan irigasi pertanian maupun pencetakan sawah baru, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan.
Sementara itu, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungan Program Oplah di Pangkep.
Menurutnya, program tersebut memberikan peluang untuk mengoptimalkan lahan yang sebelumnya belum produktif agar dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan memberikan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian. Dengan program ini, lahan tidur sekitar 1.600 hektare bisa dialihfungsikan menjadi sawah dan bisa digunakan masyarakat untuk mendapat tambahan peningkatan ekonomi,” kata Yusran.
Ia berharap pengelolaan lahan benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya kelompok tani penerima.
“Kita berharap dari lahan tidur ini ada tambahan pendapatan baru untuk masyarakat. Kami titipkan kepada kelompok tani agar dikerjakan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Kabupaten Pangkep menjadi salah satu wilayah penerima manfaat Program Oplah 2026 dengan melibatkan 80 kelompok tani. Bantuan disalurkan langsung ke rekening masing-masing kelompok tani sesuai jenis dan kebutuhan kegiatan.
Pola penyaluran tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi sekaligus memastikan dukungan program diterima langsung oleh kelompok tani yang menjadi sasaran.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syamsul Rivai

Saat ini belum ada komentar