Pangkep Dapat Alokasi Pupuk Subsidi Perikanan Terbesar di Sulsel, Capai 16 Ribu Ton
- account_circle Rivai

AYOPANGKEP.ID, PANGKEP — Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mendapat alokasi pupuk bersubsidi sektor perikanan sebesar 16 ribu ton. Jumlah tersebut menjadi alokasi terbesar di Sulawesi Selatan berdasarkan data e-RPSP.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Pilar Mina Bahari: Sosialisasi dan Optimalisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan yang digelar Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya di Desa Benteng, Kecamatan Segeri, Pangkep, Sabtu (26/9/2026).
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menyosialisasikan program pupuk bersubsidi sekaligus melihat langsung pelaksanaannya di lapangan.
“Kita ingin melihat apakah pelaksanaannya di lapangan berjalan baik atau tidak. Kita akan evaluasi, karena ini tahun pertama penyaluran pupuk subsidi sektor kelautan dan perikanan,” ujarnya.
Ia mengatakan, pupuk bersubsidi sektor perikanan kini telah tersedia bagi pembudidaya, termasuk pembudidaya udang dan bandeng. Penyalurannya dilakukan di berbagai sentra perikanan di Indonesia.
“Slot atau mekanisme pupuk subsidi untuk kelautan dan perikanan, khususnya pembudidaya, sudah tersedia tahun ini,” katanya.
Secara nasional, alokasi pupuk bersubsidi sektor perikanan mencapai sekitar 295.686 ton. Untuk Sulawesi Selatan, alokasi mencapai sekitar 102 ribu ton, dengan Pangkep memperoleh 16 ribu ton.

Bupati Pangkep Memberikan Sambutan di hadapan peserta dalam kegiatan Pilar Mina Bahari: Sosialisasi dan Optimalisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Sabtu (26/9/2026).
Selain Pangkep, sejumlah daerah sentra perikanan di Sulsel juga mendapatkan alokasi, di antaranya Pinrang, Maros dan Luwu.
Haeru mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng berbagai pihak dalam pelaksanaan program tersebut, termasuk PT Pupuk Indonesia dan pemerintah daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat pembudidaya. Begitu pula penyuluh yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pendampingan kepada pembudidaya.
“Saya mengajak semua untuk memanfaatkan semaksimal mungkin kuota yang diberikan. Ini kesempatan yang sangat baik untuk meningkatkan kesejahteraan pembudidaya,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, meminta para petambak segera melakukan penebusan sesuai kuota yang telah diberikan.
“Saya menitipkan kepada masyarakat, khususnya petambak, ayo cepat menebus kuota pupuk masing-masing. Sekarang sudah ada stoknya, silakan ditebus,” katanya.
Ia berharap ketersediaan pupuk bersubsidi tersebut dapat mengurangi persoalan yang selama ini dihadapi pembudidaya.
“Kami berharap tidak ada lagi kesenjangan antara petani dan petambak,” ujarnya.
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sofyan Syam, menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah yang memberikan pupuk bersubsidi bagi pembudidaya perikanan.
Ia mengatakan, aspirasi mengenai subsidi pupuk bagi petambak telah lama disampaikan masyarakat.
“Sejak dulu kami memang selalu menerima aspirasi dari masyarakat agar disamakan pupuk subsidi untuk petani sawah dan petambak,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut juga dijelaskan jenis pupuk yang mendapat subsidi, yakni Urea, Pupuk Organik dan SP-36.
Untuk Urea, Harga Eceran Tertinggi (HET) ditetapkan Rp1.800 per kilogram atau Rp90 ribu per sak. Pupuk Organik sebesar Rp25.600 per sak, sedangkan SP-36 Rp2.400 per kilogram atau Rp120 ribu per sak.
Kegiatan Pilar Mina Bahari turut diisi dengan penyerahan apresiasi kepada penambak yang tercatat sebagai penerima dengan penebusan pupuk bersubsidi terbanyak.
Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, pelaku usaha perikanan dan pihak terkait, sehingga penyaluran pupuk bersubsidi dapat berjalan tepat sasaran dan mendukung peningkatan produktivitas pembudidaya.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syamsul Rivai

Saat ini belum ada komentar