Wamen Komdigi Soroti Lonjakan Penipuan Digital, Kerugian Capai Rp7,5 Triliun
- account_circle Rivai

Ayopangkep.id — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengungkapkan bahwa kasus penipuan digital di Indonesia terus meningkat dengan nilai kerugian yang diperkirakan mencapai Rp7,5 triliun.
Pemerintah pun memperkuat upaya pelindungan konsumen digital melalui kolaborasi dengan pelaku industri, termasuk pengembangan sistem anti-scam di sektor telekomunikasi dan layanan digital.
“Angka scam terus meningkat. Berdasarkan laporan Global Anti-Scam Alliance, total kerugian akibat spam dan scam mencapai Rp7,5 triliun,” ujar Nezar saat menerima audiensi Kaspersky di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).
Nezar menilai kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena kelompok lanjut usia menjadi sasaran empuk pelaku penipuan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) membuat modus scam semakin sulit dikenali.
“Kasihan para lansia. Banyak yang menjadi korban scam dan spam. Modus yang paling berbahaya adalah pelaku menyamar sebagai orang lain melalui sambungan telepon. Kini teknologinya semakin canggih karena AI mampu meniru suara seseorang, bahkan suara pejabat. Pelaku cukup mengetik teks, lalu AI akan menghasilkan suara yang menyerupai target,” jelasnya.
Untuk menekan maraknya penipuan digital, pemerintah mendorong seluruh perusahaan telekomunikasi mengadopsi fitur anti-scam guna memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pelanggan.
“Pemerintah mendorong seluruh perusahaan telekomunikasi mengimplementasikan fitur anti-scam, baik dalam bentuk aplikasi maupun mekanisme perlindungan lainnya,” kata Nezar.
Ia menambahkan, setiap perusahaan telekomunikasi dapat melakukan asesmen secara mandiri untuk menentukan bentuk implementasi fitur anti-scam yang paling sesuai dengan kebutuhan dan model bisnis masing-masing.
- Penulis: Rivai
- Editor: Syamsul Rivai
- Sumber: Kemkomdigi

Saat ini belum ada komentar